06 May 2020, 22:15 WIB

Masyarakat Diminta Saling Bantu Hadapi Pandemi Saat Ramadan


Antara | Humaniora

MANTAN Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta yang kini menjadi Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta, Prof Dr Dede Rosyada MA, mengatakan bahwa dalam ajaran Islam, puasa mengajarkan untuk saling membantu dan memperkuat persatuan apalagi di saat pandemi virus korona atau covid-19.

“Dalam konteks inilah masyarakat harus saling membantu sesuai ajaran Islam yang juga menjadi cita-cita bangsa Indonesia yang ada di dalam Pancasila sebagai dasar negara. Mari kita saling membantu tanpa melihat perbedaan agama, etnik, dan budaya. Dan itu merupakan ajaran semua agama yang ada di Indonesia bahkan dunia,” kata Dede Rosyada di Jakarta, Rabu (6/5).

Di lain sisi, Dede menyampaikan bahwa pemerintah juga harus serius dalam mengatasi persoalan covid-19. Karena pandemi ini yang juga diikuti kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah menimbulkan permasalahan ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat. Untuk itu, pemerintah juga harus melibatkan partisipasi masyarakat untuk mengatasi masalah ini.

“Banyak pegawai yang telah dirumahkan yang otomatis mereka tidak memperoleh penghasilan. Banyak pekerja harian, pedagang pasar maupun sektor informal lain yang harus berhenti bekerja karena kebijakan PSBB. Karena itu kebijakan pemerintah alangkah baiknya turut serta melibatkan partisipasi masyarakat untuk meringankan beban mereka,” tutur Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta periode 2015-2019 itu.

Karenanya, pria yang juga anggota Dewan Pembina Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) ini menyampaikan bahwa pandemi covid-19 ini dapat dijadikan sebagai pembelajaran bagi umat Islam di Ramadan ini.


Baca juga: BPS: 42 juta Orang Terdaftar Sensus Penduduk Online


Dalam Ramadan, menurut dia, Allah mendidik manusia untuk menjadi pemurah, berkomitmen untuk membantu sesama ditunjukan dengan praktik memberi makan untuk berbuka pada orang puasa dan kewajiban zakat fitrah untuk memberi makan orang miskin.  

Selain itu, mantan Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Ditjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama itu juga mengatakan bahwa masyarakat juga harus memahami dan mematuhi kebijakan dari pemerintah khususnya terkait pencegahan penyebaran covid-19 seperti physical distancing maupun PSBB.

“Posisi physical distancing dalam pandangan agama menjadi kewajiban setiap orang. Dan dalam prinsip Islam, setiap sesuatu yang diwajibkan, maka melanggarnya adalah haram. Berarti, kalau physical distancing ini diwajibkan, maka kumpul-kumpul adalah haram. Jadi mari tahan nafsu kita untuk berkumpul karena salah satu hikmah puasa adalah menekan hawa nafsu,” ujarnya.

Alumnus jurusan Pendidikan Ilmu Agama (PIA) Islam, Fakultas Tarbiyah, IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta ini juga mengingatkan agar masyarakat juga mematuhi setiap imbauan dari pemerintah agar pandemi covid-19 ini segera berakhir. Karena menurutnya, penyelesaian covid-19, tidak ada lain selain menjaga jarak agar virus itu tidak bisa menyebar.

Dede juga menyampaikan agar umat Islam selalu menciptakan rasa hidup rukun, damai, dan harmoni antarsesama umat bagi bangsa ini agar tidak mudah terprovokasi dengan beredarnya isu-isu kekerasan di tengah pandemi yang bertepatan dengan pelaksanaan ibadah puasa Ramadan ini.

Masyarakat diminta untuk dapat melaksanakan ibadah puasanya dengan khusyuk dan dilakukan di rumah saja. (OL-15)

BERITA TERKAIT