07 May 2020, 00:35 WIB

Pemkot Medan Gencarkan Razia Penggunaan Masker


Yoseph Pencawan | Nusantara

UNTUK terus menekan angka penularan Covid-19, Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara makin menggencarkan razia pemakaian masker oleh warga. Rabu (6/5), razia dilakukan di 11 kecamatan di Kota Medan.

Dalam razia kali ini, tim gabungan Pemerintah Kota Medan menahan 186 KTP warga yang kedapatan tidak menggunakan masker saat beraktivitas  di luar rumah. Selain itu, warga yang tidak membawa KTP dan memakai masker dikenakan hukuman push up.

Tindakan tegas ini dilakukan sebagai upaya memberi efek jera kepada warga Kota Medan untuk senantiasa mengenakan masker di tengah pandemi Covid-19 saat ini terutama saat keluar rumah. Razia kali ini berlangsung di Kecamatan Medan Tembung, Selayang, Timur, Polonia,  Perjuangan, Helvetia, Barat, Deli, Marelan, Labuhan, dan Belawan.

"Keseluruhan KTP ditahan di Kantor Satpol PP. Bagi warga yang KTP-nya ditahan, diberikan lembar berita acara. Selang 3 hari kemudian, baru bisa mengambil KTP-nya di Kantor Satpol PP Kota Medan," jelas Kepala Satpol PP Kota Medan Muhammad Sofyan di sela-sela razia, Rabu (6/5).

Pada saat razia, setiap warga yang melintas, baik berjalan kaki maupun mengendarai kendaraan bermotor, langsung dihentikan petugas untuk memastikan mengenakan masker atau tidak. Bagi yang tidak mengenakan masker langsung diminta meminggir dan kemudian dilakukan pendataan untuk selanjutnya ditahan KTP-nya. Penanahan KTP warga telah sesuai aturan dalam Perwal No.11/2020 tentang Karantina Kesehatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Medan.

Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengatakan, pemkot menggencarkan razia masker dengan titik lokasi yang lebih banyak dari dua kegitan serupa sebelumnya. "Pemakaian masker saat ini sudah menjadi kewajiban yang harus dipatuhi warga, khususnya saat beraktivitas di luar rumah. Tidak lagi sekedar imbauan" kata Akhyar. (R-1)

BERITA TERKAIT