07 May 2020, 00:07 WIB

DPR Minta Gojek dan Grab Ikut Bantu Mitra Pengemudi


Putra Ananda | Ekonomi

WAKIL Ketua Komisi VI DPR Martin Manurung meminta aplikator ojek online yakni Gojek dan Grab dapat secara kolektif membantu para mitra yaitu pengemudi yang mengalami kesulitan kredit pembiayaan kendaraan dalam masa pandemi covid-19. Terutama saat berhadapan dengan lembaga pembiayaan leasing.

"Pengemudi agar dibantu secara kolektif berhadapan dengan lembaga pembiayaan (leasing) dan DPR siap memberikan dukungan untuk itu," ujar Martin saat memimpin rapat dengar pendapat umum (RDPU) antara komisi VI dengan para aplikator transportasi online secara virtual di Jakarta, Rabu (6/5).

Hadir dalam rapat virtual tersebut, Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah PT Gojek Indonesia, Shinto Nugroho dan Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah PT Solusi Transportasi Indonesia (Grab), Tri Sukma Anreinanno.

Martin juga menegaskan agar starup transportasi Gojek dan Grab tetap dibutuhkan untuk mendukung aktivitas ekonomi rakyat kecil dan UMKM. Aktivitas ekonomi tersebut, tentu dengan penyesuaian kondisi dan pelaksanaan protokol kesehatan terkait wabah Covid-19.

“Karena itu, agar kegiatan ekonomi ini bisa berlangsung baik, diperlukan kerja sama semua pihak, baik pemerintah dan swasta,” katanya.

Lebih jauh kata Martin, Komisi VI juga meminta Gojek dan Grab untuk menjalin kerja sama dengan pedagang pasar, khususnya pasar rakyat dan pasar tradisional agar mereka tetap bisa berdagang.

Baca juga : Kemenhub Pastikan Mudik Tetap dilarang

Politisi NasDem ini juga meminta Gojek dan Grab melengkapi para mitra dengan alat-alat kesehatan dan kebersihan agar tetap sehat dan pelanggan merasa aman dan nyaman untuk terus bertransaksi.

“Walau kondisi berat, ekonomi harus tetap berjalan,” ungkapnya.

Sementara itu, Chief of Public Policy and Government Relations Gojek Shinto Nugroho menegaskan saat ini perusahaannya sudah tidak lagi mencatatkan laba seperti biasanya.

“Saat ini di industri ini nggak ada yang untung kami semua juga masih merugi,” ujar Shinto.

Dalam kesempatan yang sama Deputy Head of Public Affairs at Grab Tirza R. Munusamy mengaku meski tidak dapat berbuat banyak buat terhadap nasib para drivernya akan tetapi pihaknya sudah melakukan penyesuaian insentif sehingga memudahkan driver memperoleh keuntungan.

“Kami menyesuaikan target insentif jadi untuk minimum kilometer nya misalnya setiap hari itu sudah dikurangi sehingga teman-teman itu bisa lebih mudah mendapat uangnya,” tuturnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT