06 May 2020, 22:59 WIB

Sidang Kabinet Bahas Pedagang Bakso agar Dapat Bantuan


Despian Nurhidayat | Ekonomi

SIDANG kabinet bahas pedagang bakso, kaki lima serta sektor informal lainnya agar bisa mendapat bantuan usaha.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, usulan tersebut yakni agar pedagang bakso, pedagang kaki lima, dan seluruh pedagang di sektor infromal bisa mendapatkan bantuan usaha. Namun sekaligus juga bisa masuk dalam inklusi keuangan.

"Kalau pedagang bakso dan lainnya di sektor informal ada dua yang kami usulkan di sidang kabinet," ungkap Sri Mulyani dalam rapat kerja secara virtual bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (6/5) malam.

Bantuan tersebut, kata dia, rencananya akan memiliki besaran yang sama seperti bantuan kepada usaha ultra mikro (UMi) yakni antara Rp5 juta - 12 juta.

"Tapi sekarang untuk khusus ini mereka akan diberikan pinjaman seperti UMi, namun begitu mereka diberikan pinjaman otomatis pinjaman diberikan restructuring 6 bulan," ujarnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan bahwa presiden dan wakil presiden nampaknya menyetujui usulan tersebut. Namun, ia menyebut tantangan dalam menyalurkan bantuan terhadap pekerja sektor informal cukup banyak. Apalagi, data pekerja informal hingga saat ini belum memadai.

"Karena mereka sangat sulit. Mereka bergerak kemana-mana," kata Sri Mulyani.

Adapun Sri Mulyani akan mengalokasikan dana subsidi bunga kredit untuk membantu UMKM dan pelaku usaha UMi di tengah pandemi covid-19. Subsidi bunga kredit bagi UMKM tersebut totalnya Rp34,15 triliun dengan jumlah rekening yang di-cover sebanyak Rp60,66 juta rekening.

Baca juga :Menkeu: Pandemi Bisa Sebabkan Angka Kemiskinan Melonjak

Untuk yang belum termasuk ke dalam 60,66 juta tersebut, UMKM bisa datang ke lembaga-lembaga yang menyediakan program Pembiayaan UMi dan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). Dengan begitu, pelaku usaha bisa langsung mengajukan permohonan ikut program-program pembiayaan yang ada di pemerintah.

Pemerintah sebelumnya memutuskan mensubsidi bunga kredit dengan variasi besaran 2%-6% selama 6 bulan kepada nasabah UMKM dan juga nasabah UMi yang terdampak wabah virus corona. Untuk nasabah kredit mikro atau kredit kecil dengan besaran pinjaman di bawah Rp 500 juta, memperoleh subsidi bunga kredit sebesar 6% di 3 bulan pertama sejak April 2020.

Kemudian subsidi bunga kredit 3% untuk 3 bulan berikutnya. Jumlah debitur dengan plafon ini mencapai 28,3 juta debitur. Selanjutnya, untuk nasabah dengan total pinjaman Rp500 juta hingga Rp10 miliar, pemerintah akan membayarkan bunga kreditnya untuk 3 bulan pertama sebesar 3% dan subsidi bunga kredit sebesar 2% untuk 3 bulan berikutnya.

Sedangkan untuk nasabah usaha kecil, UMi kredit usaha rakyat (KUR), dengan plafon pinjaman Rp 5-10 juta atau di bawahnya, pemerintah memberikan subsidi bunga yang lebih besar yakni sebesar 6% selama 6 bulan. Nasabah dengan plafon Rp 5-10 juta ini termasuk nasabah program UMi, Program Mekaaar, dan nasabah mikro di PT Pegadaian Persero. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT