06 May 2020, 19:37 WIB

Disnaker DKI Sidak 962 Perusahaan, 161 Ditutup Sementara


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

SEJAK dimulai pada 14 April hingga hari ini sudah sebanyak 962 perusahaan yang disidak oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI. Sebanyak 161 perusahaan ditutup sementara.

Perusahaan-perusahaan tersebut melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena bergerak di sektor yang tidak dikecualikan.

"Dari total 161 perusahaan terdapat 13.098 karyawan yang akan menerapkan work from home (WFH)," ungkap Kepala Disnaker DKI Jakarta Andri Yansyah saat dikonfirmasi, Rabu (6/5).

Wilayah terbanyak perusahaan yang melanggar yakni Jakarta Selatan sebanyak 41 perusahaan disusul Jakarta Barat 40 perusahaan. Lalu ada Jakarta Pusat sebanyak 31 perusahaan ditutup sementara.

Di Jakarta Utara ada 30 perusahaan yang ditutup sementara. Di Jakarta Timur ada 19 perusahaan yang ditutup sementara.

Lalu ada 220 perusahaan yang bergerak di bidang yang tidak dikecualikan dan mendapat izin Kementerian Perindustrian menerima peringatan.

"Peringatan diberikan karena tidak menerapkan protokol covid-19," terangnya.

Dari total 183 perusahaan itu terdapat 38.951 pekerja yang masih aktif bekerja.

Selain itu, ada 581 perusahaan yang bergerak di bidang yang dikecualikan namun belum melaksanakan protokol kesehatan maksimal. (Put)

BERITA TERKAIT