06 May 2020, 19:16 WIB

Ekspor Pupuk Indonesia Mencapai 843 Ribu Ton


Antara | Ekonomi

PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatatkan kinerja ekspor produk baik pupuk dan nonpupuk dengan volume sebesar 843.072 ton, hingga 7 April 2020.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat menjelaskan ekspor hanya bisa dilakukan apabila kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi, khususnya untuk sektor pangan dan pupuk bersubsidi.

"Para produsen pupuk sebisa mungkin terus melakukan penjualan ekspor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dengan menyumbang devisa negara dan kembali memperkuat nilai rupiah, namun dengan tetap mengutamakan pemenuhan pupuk dalam negeri," kata Aas di Jakarta, Rabu (6/5).

Produk yang diekspor tersebut terdiri dari 556 ton Alumunium Flourida; 187.515 ton Amoniak; 27.500 ton NPK dan 627.501 ton Urea.

Menurut Aas, capaian ekspor tersebut meningkat jika dibandingkan tahun lalu. Hal itu karena sedang tingginya kebutuhan produk pupuk dan nonpupuk di pasar internasional.

Kinerja ekspor ini dilakukan Pupuk Indonesia melalui empat produsen yang tergabung dalam Holding BUMN Pupuk, yaitu PT Pupuk Kujang Cikampek, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kaltim dan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang. "Ekspor ini pun dimungkinkan lantaran stok kebutuhan dalam negeri saat ini sudah melebihi batas ketentuan stok dari Pemerintah hingga tiga kali lipat, yaitu 1.049.541 ton dari ketentuan sebesar 351.517 ton," kata Aas.

Tujuan ekspor terbesar Pupuk Indonesia didominasi negara-negara Asia seperti Filipina, Vietnam, Jepang, India, Thailand, Taiwan, Singapura, Malaysia, Korea Selatan dan Tiongkok.

Selain Asia, Australia, Amerika Serikat, Meksiko, Chile, Afrika Selatan, Kolombia, dan Mesir masih menjadi tujuan ekspor dengan permintaan yang cukup besar untuk produk Urea.

Sementara itu, sepanjang kuartal I-2020, total penjualan produk Pupuk Indonesia mencapai 3.804.530 ton, yang terdiri dari penjualan pupuk sebesar 3.508.970 ton dan produk non pupuk sebesar 295.560 ton. Volume tersebut tumbuh 17,73 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar 3.231.522 ton. (OL-12)

BERITA TERKAIT