06 May 2020, 18:14 WIB

Sempat Menghilang, Korsel Sebut Kim Jong-un Takut Covid-19


Nur Aivanni | Internasional

TIDAK ada tanda-tanda Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, menjalani operasi jantung setelah menghilang dari publik selama tiga pekan.

Kantor berita Yonhap melaporkan Kim sengaja mengurangi aktivitas lantaran khawatir dengan pandemi covid-19. Pada Sabtu waktu setempat, media Korea Utara melaporkan Kim menghadiri peresmian pabrik pupuk. Itu merupakan laporan pertama tentang kemunculan Kim di tengah publik sejak 11 April.

Absennya Kim dari kegiatan publik memicu berbagai spekulasi tentang kesehatan dan keberadaannya. Kantor berita Korea Selatan melaporkan Kim telah menjalani operasi jantung.

Baca juga: Penampilan Perdana Kim Jong-un Usai Diisukan Meninggal

Pada pertemuan dengan anggota komite intelijen parlemen, Badan Intelijen Nasional Seoul (NIS) menyebut laporan itu tidak berdasar.

"Dia (Kim) biasanya melakukan tugas ketika keluar dari sorotan publik," ujar anggota komite, Kim Byung-kee, Rabu (6/5).

Namun, dia mengatakan penampilan publik Kim Jong Un sejauh ini hanya sekitar 17 kali pada tahun ini. Lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun sebelumnya, yakni 50 kali. Hal itu dianggap NIS sebagai bentuk kekhawatiran Kim terhadap penyebaran covid-19 di Korea Utara.

Baca juga: Ketidakhadiran Kim Jong-un Picu Spekulasi

Korea Utara sejauh ini belum melaporkan kasus positif covid-19.  Menteri Unifikasi Korea Selatan, Kim Yeon-chul, yang juga mengawasi urusan Korea Utara, mengatakan hilangnya Kim dari publik terbilang tidak biasa. Mengingat, negara itu sudah mengambil langkah ketat untuk mencegah wabah.

"Tidak dapat disangkal bahwa ada wabah di Korea Utara. Kim Jong-un fokus pada konsolidasi urusan internal. Seperti pasukan militer dan pertemuan negara-partai. Kekhawatiran virus korona semakin membatasi aktivitas publiknya," papar Byung-kee.(CNA/OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT