06 May 2020, 17:49 WIB

Mensos Klaim Terjadi Tsunami Bansos di Daerah


Anggitondi Martaon | Humaniora

MENTERI Sosial (Mensos) Juliari P Batubara mengaku jenis bantuan sosial (bansos) cukup melimpah. Masyarakat banyak mendapatkan bantuan dari berbagai sumber.

"Bantuannya banyak jadi memang di bawah ini, saya istilahkan sebagai tsunami bansos gitu," kata Juliari saat rapat kerja bersama Komisi VIII via virtual di Jakarta, Rabu (6/5).

Politikus PDIP itu menyebutkan, kondisi tersebut membuat pendataan untuk bansos tunai menjadi terkendala. Petugas mengalami kesulitan dalam mendata penerima bantuan.

"Saya mungkin bisa pahami karena banyaknya program bansos," ungkap dia.

Selain dari Kemensos, masyarakat juga mendapatkan bantuan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Lalu, setiap pemerintah provinsi dan kabupaten/kota juga melakukan hal serupa untuk membantu masyarakat.

"Ini memang karena bansos saat ini hampir bersamaan turunnya sehingga aparat-aparat di bawah mungkin mengalami kesulitan dalam pendataan," sebut dia.

Juliari menyebutkan, kondisi tersebut terjadi karena perintah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Sehingga dikeluarkan secara langsung dan saat yang bersamaan," kata dia.

Selain itu, Juliari menjelaskan target penyaluran untuk bansos tunai sebesar sembilan juta kepala keluarga (KK). Bansos tunai akan disalurkan dalam tiga tahap, yaitu April, Mei dan Juni. Setiap KK menerima kucuran bantuan sebesar Rp600 ribu.

Bansos tunai tahap pertama sudah disalurkan ke 785.370 KK. Total bansos tunai yang disalurkan berjumlah Rp471,2 miliar.

‘’Untuk tahap satu ini melalui Bank Himbara sebanyak 784.660 KK. Sedikit juga ada melalui PT Pos sebanyak 36.710," terang dia.

Sementara penyaluran Bansos tunai tahap kedua akan dilakukan pada pekan ke-3 bulan Mei atau sebelum Idulfitri. Tahap ketiga akan dilakukan pada pekan ke-3 bulan Juni atau menjelang persiapan sekolah. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT