06 May 2020, 16:54 WIB

Sri Mulyani: PSBB Sebabkan Konsumsi Mayarakat Turun


Despian Nurhidayat | Ekonomi

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan turunya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2020 menjadi 2,97% merupakan efek dari pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menurutnya, penurunan ini akan terjadi lebih dalam jika ke depannya terjadi perluasan kebijakan PSBB di berbagai daerah.

“Pembatasan sosial baru mulai berlaku Maret minggu kedua. Kita bayangkan April dan Mei ini PSBB dilakukan meluas maka konsumsi pasti akan drop jauh lebih besar,” ungkapnya dalam rapat kerja secara virtual bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (6/5).

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan penerapan PSBB membuat konsumsi masyarakat turun menjadi 2,84% pada triwulan I-2020 atau jauh dari pertumbuhan biasanya yang mampu mencapai 5%.

Padahal, menurutnya konsumsi masyarakat memiliki kontribusi sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yaitu mencapai 57%.

Baca juga :Bank Relaksasi Kredit UMKM, BI Siap Berikan Insentif

Tak hanya itu, ia menyebutkan konsumsi masyarakat di Jakarta dan Jawa berkontribusi sekitar 50% hingga 55% terhadap keseluruhan konsumsi di Indonesia.

“Kontribusi dari Jakarta dan Jawa itu lebih dari 50% sampai 55% artinya kalau sekarang Jakarta dan Jawa yang sudah PSBB pasti konsumsi tidak akan tumbuh,” sambung Sri Mulyani.

Oleh karena itu, Sri Mulyani mengatakan jika kondisi pandemi covid-19 masih berlanjut di triwulan II dan III maka diprediksikan perekonomian Indonesia akan masuk dalam skenario sangat berat yaitu -0,4%.

“Jika kuartal II dan III tidak mampu memperbaiki dan pandemi menimbulkan dampak lebih panjang di kuartal II dan III di mana PSBB belum ada pengurangan maka kita akan memasuki skenario sangat berat,” pungkasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT