06 May 2020, 15:57 WIB

Program Asimilasi, 69 Ribu Lebih Napi Bakal Dipulangkan


Fachri Audhia Hafiez | Politik dan Hukum

KEMENTERIAN Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) telah menargetkan pemulangan narapidana melalui program asimilasi serta integrasi sebanyak 69.358 orang pada 2020. Progam ini dikeluarkan mengingat penghuni rumah tahanan (rutan) yang sudah melebihi kapasitas.

Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Ditjen Pemasyarakatan (Ditjenpas), Yunaedi, mengatakan asimilasi dan integrasi narapidana sejatinya merupakan program terobosan yang digodok Ditjenpas. Ia membantah program tersebut sengaja dikeluarkan di tengah-tengah pandemi virus korona (covid-19).

"Apabila tidak ada pandemi covid-19 pun dengan resolusi pemasyarakatan 69.358 orang yang akan kita berikan asimilasi dan integrasi itu secara bertahap di akhir tahun 2020 ini. Sudah dilaksanakan juga," kata Yunaedi dalam diskusi virtual OPini 'Obrolan Peneliti' bertajuk 'Pandemi Covid-19 dan Asimilasi Narapidana', Rabu(6/5).

Baca juga :Pemerintah Diminta Konsisten Terkait Larangan Mudik

Yunaedi menjelaskan, rutan maupun lembaga permasyarakatan (lapas) sejatinya masih melebihi kapasitas. Padahal, program asimilasi dan integrasi narapidana tersebut sudah berjalan.

Total 525 rutan dan lapas kini diisi oleh 232.526 penghuni. Sedangkan kapasitas secara keseluruhan hanya 132.107 penghuni.

"Pada tiga bulan terakhir di 2019, kita hanya mampu keluarkan 17 ribu orang. Itu pun tidak menendang," ucap Yunaedi.

Kepadatan penghuni rutan/lapas secara keseluruhan berhasil ditekan dari 106 persen menjadi 76 persen. Hal ini berkat pemulangan 39.159 napi di tengah pandemi covid-19.

"Tentu dampak pengeluaran ini dari overcapacity dari 270.231 penghuni (data 31 Maret 2020) menurun jadi 232.526  penghuni (data 30 April 2020)," ujar Yunaedi. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT