06 May 2020, 14:40 WIB

Tahanan Titipan Kejaksaan Ditolak Lapas Tasikmalaya


Adi Kristiadi | Nusantara

LEMBAGA Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tasikmalaya menolak seorang tahanan titipan dari Kejaksaan Negeri Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Lantaran tahanan berinisial AM, 43, terpapar Covid-19.

Satu dari sembilan orang tahanan limpahan dari Kejaksaan Negeri Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, diketahui reaktif hasil rapid test massal yang dilakukan di Lapas Tasikmalaya pada Selasa (5/5).

"Kami dari pihak Lapas Tasikmalaya langsung mengembalikan satu orang tahanan untuk dibawa kembali Kejaksaan Singaparna. Saya tidak mau mengambil risiko adanya tahanan terjangkit Covid-19, karena bisa menularkan di dalam Lapas jika semua tertular dipastikannya gedung harus dikosongkan," kata Kepala Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Sulardi, Rabu (6/5).

Sulardi mengatakan, rapid test massal yang dilakukannya menemukan salah satu tahanan Kejaksaan Negeri Singaparna positif Covid-19. Sejak, awal Lapas sudah membuat kesepakatan dengan intansi terkait seperti kepolisian dan kejaksaan. Ketika hendak menitipkan tahanan ke Lapas penyerahannya harus sesuai dengan protokol Covid-19. Tahanan itu juga harus sudah melakukannya rapid test.

Dengan kejadian ini, dia berharap, Lapas akan mendapatkan bantuan alat rapid test untuk mengecek sejak dini para tahanan baru yang masuk, baik limpahan dari Kejaksaan Kota Tasikmalaya dan Kejaksaan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya.

"Saya tidak mau kecolongan atas kejadian ini, karena itu semua harus menjalani protokol kesehatan penanganan Covid-19. Tahanan yang baru datang harus menjalani isolasi selama 14 hari," paparnya. (OL-13)

Baca Juga: Rumah Sakit dan 12 Puskesmas di Sumut Dapat Bantuan APD

Baca Juga: Masih Ada Kendaraan Travel Angkut Warga Mudik

BERITA TERKAIT