06 May 2020, 13:04 WIB

Mensos Ajak Warga Penerima Bansos Saling Berbagi


Ihfa Firdausya | Humaniora

MENTERI Sosial Juliari P. Batubara mengajak masyarakat penerima bantuan sosial covid-19 saling berbagi antarsesama. Pasalnya, bantuan dari pemerintah tidak sebanding dengan banyaknya masyarakat yang terdampak covid-19.

Hal ini menyebabkan sebagian masyarakat masih ada yang belum terjangkau bantuan.

Dalam kegiatannya meninjau langsung penyaluran bansos, Juliari menyaksikan semangat berbagi itu ditunjukkan masyarakat penerima bantuan.

Selasa (5/5) kemarin, Mensos melanjutkan penyaluran bantuan sosial (bansos) sembako dari Presiden di RT 12/RW 01, Cipete Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sebanyak 395 bansos sembako dibagikan kepada warga di sana.

"Sepakat di lapangan agar fleksibel dan tidak melulu nama yang terdata dapat bantuan. Saya tanya kalau berbagi dengan tetangga yang tidak dapat, mereka jawab rata-rata mau berbagi," ujar Mensos di Cipete Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (5/5), seperti dikutip dari keterangan resmi.

Mensos menyatakan warga penerima bisa paham bahwa dalam situasi serba sulit dan terbatas ini masih ada mereka yang tidak mendapatkan bansos sembako. Dalam hal ini, Kemensos memang lebih memprioritaskan masyarakat yang sudah terdata untuk mendapatkan bansos.

"Namun, mereka bisa berbagi dengan warga di luar hasil pendatan karena ada warga-warga yang membutuhkan bansos," kata Mensos.

"Saya sudah keliling sebelum di titik yang ke-14 ini, dan bertanya kepada warga yang menerima bantuan agar mau berbagi dan gotong royong. Mereka bersedia serta berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Jadi, kepada lurah dan camat agar saling berbagi tanpa harus gontok-gontokan soal data," ungkap Mensos.

Untuk tahap selanjutnya, katanya, disepakati dengan gubernur untuk memasukan usulan penerima bantuan dari RT dan RW, termasuk dari komunitas-komunitas tertentu yang belum mendapat bansos sembako.

"Jadi, untuk penyaluran bansos sembako tahap 1 dan 2 masih menggunakan data sebelumnya, tapi untuk tahap selanjutnya akan menggunakan data baru (fresh) ditambah dengan usulan dari RT dan RW, agar bansos sembako lebih terasa lagi," katanya.

Baca juga: Komisi E Gelar Rapat Evaluasi Bansos Hari Ini

Ketua RW 01, Cipete Utara, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Nuryanto mengatakan pembagian bansos dari Presiden dan telah disalurkan kepada 395 warga.

"Alhamdulillah disalurkan 395 paket bansos kepada warga kami. Tadi dapat arahan dari Mensos dan ada kesepakatan agar penerima bansos mau berbagi dengan warga yang belum mendapatkan bansos di RW 01 yang disaksikan Ketua RT/RW dan LMK," tuturnya.

Di tempat yang sama, Suharni, 55, ibu rumah tangga, warga Jalan Damai Raya RT 12/01 Cipete Utara, Kebayoran baru, Jakarta Selatan, mengaku lega usai mendapatkan bansos sembako. Pandemi covid-19 ini diakuinya membuat penghasilannya jauh berkurang.

"Luar biasa lega mendapatkan bansos sembako dari Bapak Presiden. Anak dan mantu sudah dua bulan di rumah. Bansos ini membantu keluarga. Saya ikhlas berbagi dengan tetangga yang belum mendapat bansos," ungkap Suharni.

Tas bansos sembako dari Presiden tersebut berisi beras, mie instan, sarden, kornet, teh celup, kecap manis dan kecap asin, serta susu.
Sebelumnya dalam rapat dengan para gubernur di wilayah yang berbatasan dengan Ibu Kota, kata Mensos, Gubernur DKI Jakarta pun mengakui bahwa data penerima bansos sembako Presiden sama dengan bansos dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Pak Gubernur Anies mengakui data penerima sama antara yanh dipakai bansos sembako Presiden dengan bansos dari DKI Jakarta. Padahal, kesepakan awal data penerima bansos sembako dan bansos dari Pemprov DKI itu penerimanya beda," jelasnya. (A-2)

BERITA TERKAIT