06 May 2020, 12:10 WIB

DPR Usul Cetak Uang, Gubernur BI: Jangan Bikin Masyarakat Bingung


Despian Nurhidayat | Ekonomi

GUBERNUR Bank Indonesia(BI) Perry Warjiyo menanggapi usulan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar BI dan pemerintah mencetak uang untuk dibagikan kepada masyarakat. DPR menyebut langkah cetak uang sebagai cara penyelamatan ekonomi akibat dampak Covid-19 yang terjadi saat ini. Namun menurut Perry, hal ini sangat bertentangan dengan bagaimana cara bank sentral dalam melakukan kebijakan dan operasi moneter. 

"Sekarang kita mendengar ada sejumlah pandangan, untuk mengatasi Covid-19 ini BI cetak uang saja. Kemudian dikucurkan ke masyarakat dan tidak usah khawatir inflasi. Ini mohon ya, pandangan-pandangan itu tidak sejalan dengan praktik moneter yang lazim. Mohon maaf nih, supaya masyarakat tidak tambah bingung," ungkap Perry dalam video conference, Rabu (6/5).

Baca juga: Bukalapak Bantah Ada Kebocoran Data

Lebih lanjut, Perry menjelaskan, BI tidak akan melakukan pencetakan uang karena hal tersebut bukan merupakan bagian dari praktik kebijakan moneter.

"Masyarakat ini sudah diberikan pemahaman dan pandangan BI itu bisa cetak uang. Mohon deh, itu bukan praktik kebijakan moneter, juga tidak akan dilakukan oleh BI," sambungnya.

Perry memaparkan bahwa saat ini jenis uang terdiri dari uang kartal dan giral. Uang kartal merupakan uang kertas dan logam yang ada di dompet masyarakat. Sedangkan, uang giral adalah uang yang berada di sistem perbankan seperti di dalam rekening giro, deposito, rekening bank dan saat ini juga ada uang elektronik.

Dalam mengedarkan uang, BI melakukan kegiatan tersebut sesuai dengan Undang-Undang mata uang. Mulai dari perencanaan, pencetakan, pemusnahan uang dan selalu dikoordinasikan dengan Kementerian Keuangan. 

"Proses ini selalu menggunakan tata kelola yang baik dan selalu diaudit oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Pengedaran selalu dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dan selalu ada dalam sistem keuangan baik penarikan maupun penyetoran," ujar Perry.

Perry mencontohkan, jika masyarakat membutuhkan uang maka dilakukan penarikan dari rekening bank, jika berlebih disetorkan ke bank. Jika bank berlebih maka akan disetor ke BI. Inilah yang disebut proses pengedaran uang.

"Nggak ada pengedaran uang di luar ini. Eh BI cetak uang saja terus kasih ke masyarakat. Ya nggak ada itu. Jadi jangan punya pikiran macam-acam. Jadi mohon lebih baik jangan tambah kebingungan masyarkat. Seperti bilang BI cetak uang saja untuk menangani covid-19. Proses pengedaran uang sudah ada," pungkasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT