06 May 2020, 11:29 WIB

Gubernur BI Optimistis Rupiah Mampu Menguat di Bawah Rp15.000


Despian Nurhidayat | Ekonomi

GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memprakirakan nilai tukar rupiah pada hari ini (6/5) akan menguat hingga di bawah Rp15.000 per dolar AS seiring dengan faktor teknikal dan perkembangan ekonomi global.

"Hari ini banyak berita-berita positif yang Insya Allah akan membawa nilai tukar rupiah kita akan bergerak di bawah Rp15.000. Faktor-faktor positif itu apa antara lain bahwa di Amerika Serikat (AS) sejumlah wilayah di sana mulai akan dibuka kegiatan ekonominya demikian juga di sejumlah wilayah Eropa," ungkap Perry dalam video conference, Rabu (6/5).

Perry menambahkan, sentimen positif juga terjadi pada pernyataan pejabat bank sentral AS (The Fed) bahwa ekonomi AS bakal membaik di semester kedua 2020 yang juga bakal mendorong penguatan nilai tukar.

"Tak hanya itu, harga minyak yang mulai stabil juga diprediksi akan mendorong stabilitas ekonomi global," pungkasnya.

Baca juga: BI: Pertumbuhan Ekonomi RI Termasuk Tertinggi di Dunia

Meski demikian, saat ini faktor negatif juga dikatakan masih membayangi nilai tukar, diantaranya ketegangan AS dan Tiongkok mengenai sumber dari pandemi covid19.

Selain itu faktor ketegangan antara Korea Selatan dan Korea Utara juga dikatakan bisa turut menahan penguatan rupiah pada hari ini.

Sebagai informasi, pada perdagangan pagi hari ini (6/5) Kurs Rupiah berada di level Rp15.075/US$ posisi tersebut menguat bila dibandingkan pada penutupan perdagangan kemarin (5/5) yang masih berada di level Rp15.080/US$. (A-2)

 

BERITA TERKAIT