06 May 2020, 08:50 WIB

Konsumsi BBM dan LPG di DIY Turun hingga 40%


Agus Utantoro | Nusantara

DIBANDINGKAN tahun sebelumnya, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG Pertamina di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2020 jauh lebih rendah dibanding dengan tahun sebelumnya, 2019.

Menurut Pjs. General Manager Pertamina MOR IV, Teuku Johan Miftah, melalui rilis tertulisnya, Selasa (5/5) menyebutkan, pada 2019, realisasi penyaluran BBM jenis gasoline (Premium, Pertalite dan Pertamax  Series) saat Ramadan dan Idul Fitri meningkat 10% dari rataan harian normal 1.800 Kiloliter menjadi 2.000 KL.

"Namun, pada tahun 2020 ini perkiraan rataan harian saat Ramadan dan Idulfitri untuk BBM jenis gasoline hanya berkisar di angka 1.200 KL atau turun hampir 40% jika dibandingkan tahun 2019," katanya.

Ia menambahkan, untuk BBM jenis gasoil (Solar dan Dex Series) juga mengalami penurunan dari tahun lalu yaitu pada tahun 2019 rata-rata di bulan Ramadan konsumsi berkisar di angka 360 KL per hari namun di tahun ini berkisar di angka 220 KL atau turun 39%.

Terlebih lagi, katanya, adanya larangan mudik karena situasi pandemi covid-19 dan peralihan penerbangan, membuat penyaluran bahan bakar pesawat Pertamina yaitu avtur di bandara Adisutjipto juga menurun.

Pemindahan penerbangan dari Bandara Adisutjipto ke Yogyakarta International Airport (YIA) membuat konsumsi avtur di Bandara Adisutjipto  menurun 90% dari 200 KL per hari menjadi 20 KL per hari.Sementara di YIA naik dari 50 KL menjadi 70 KL per hari. 

Namun, secara total keseluruhan penyaluran avtur di kedua bandara tersebut saat Ramadan Idulfitri diperkirakan menurun sekitar 60%dari bulan-bulan sebelumnya yaitu dari rata-rata harian 250 KL di bulan Januari 2020 menjadi 100 KL di bulan Mei.

Baca juga: Ringankan Konsumen, Pertamina Beri Cashback dan Takjil

Sementara untuk LPG untuk wilayah Daerah Istimewa  Yogyakarta, kata Johan, Pertamina memprediksi terjadi peningkatan konsumsi sebesar 4% selama Ramadan dan menjelang hari raya Idulfitri nanti.

"Rata-rata harian normal penyaluran LPG saat ini di angka 420 MT (Metric Ton) dan akan naik menjadi 437 MT. Jumlah tersebut tidak berbeda jauh  dari Ramadan dan Idulfitri tahun 2019 yang berkisar di angka 440 MT per hari," tambah Johan.

Untuk wilayah DIY, Pertamina memiliki lebih dari 6.000 ribu pangkalan LPG PSO dan outlet Non PSO. Sebagai upaya antisipasi jika terjadi lonjakan maka Pertamina telah menyiagakan pangkalan PSO dan outlet non PSO tersebut untuk melayani kebutuhan LPG masyarakat.

Revisi Aturan Promo Cashback

Sementara melihat besarnya animo masyarakat untuk mendapatkan  Ramadan Cashback 30% #BerkahDiRumah MyPertamina untuk pembelian Pertamax Series (Pertamax, Pertamax Turbo) dan DEX Series (Pertamina DEX, Dexlite) di SPBU Pertamina  dengan transaksi secara non-tunai menggunakan LinkAja dari aplikasi My Pertamina, PT Pertamina (Persero) merevisi aturan pemberian cashback.

Johan mengungkapkan, jika sebelumnya untuk 2.000 konsumen per hari/transaksi menjadi tidak dibatasi.

"Kami sangat mengapresiasi para pelanggan setia yang telah menggunakan produk BBM dan LPG Pertamina sehingga program promo ini tidak lagi kami batasi peruntukkannya," katanya.

Ia menambahkan, di bulan Ramadan ini Pertamina memberikan berbagai  promo dan program sebagai bentuk apresiasi sekaligus memudahkan konsumen untuk mendapatkan produk Pertamina. 

"Kami memiliki program promo cashback untuk ojol dan angkot sebesar 50%," jelasnya.  (A-2)

BERITA TERKAIT