06 May 2020, 08:34 WIB

​​​​​​​Gedung Putih Berencana Bubarkan Satgas Covid-19


Nur Aivanni | Internasional

PRESIDEN AS Donald Trump telah mengonfirmasi bahwa satuan tugas virus korona baru atau covid-19 Gedung Putih akan mereda, dengan Wakil Presiden Mike Pence mengusulkan itu bisa ditutup dalam beberapa minggu.

"Kami membawa negara kami kembali," kata Trump saat berkunjung ke pabrik pembuat masker di Arizona, seperti dikutip dari BBC, Rabu (6/5).

Infeksi baru yang dikonfirmasi per hari di AS saat ini mencapai 20.000, dan kematian harian melebihi 1.000. Pejabat kesehatan AS memperingatkan bahwa virus itu bisa menyebar ketika bisnis mulai dibuka kembali.

Saat ini, AS memiliki 1,2 juta infeksi virus korona yang dikonfirmasi dan lebih dari 70.000 kematian terkait virus tersebut, menurut Johns Hopkins University.

"Mike Pence dan satgas telah melakukan pekerjaan dengan baik, tetapi kami sekarang melihat sedikit kondisi yang berbeda, dan kondisi itu adalah keselamatan dan pembukaan. Dan kami akan memiliki kelompok yang berbeda mungkin diatur untuk itu," kata Trump selama kunjungan ke pabrik di Phoenix.

Baca juga: Trump Desak Tiongkok Ungkap soal Asal-usul Virus Covid-19

Presiden pun ditanya apakah itu berarti "misi selesai" dan dia berkata, "Tidak, tidak sama sekali. Misi selesai adalah ketika sudah selesai".

"Saya tidak mengatakan sesuatu itu sempurna, dan ya, apakah beberapa orang akan terdampak? Ya. Apakah beberapa orang akan sangat terdampak? Ya. Tapi kita harus membuka negara kita dan kita harus segera membukanya," tuturnya.

Sebelumnya, Pence mengatakan kepada wartawan dalam briefing bahwa satgas dapat segera dibubarkan. Pence telah memimpin satgas covid-19, yang melaporkan kepada presiden dan berkoordinasi dengan lembaga medis, staf politik dan gubernur negara bagian.

Gugus tugas berkonsultasi dengan para ahli medis untuk merumuskan rekomendasi nasional tentang jara jarak sosial.

Sekretaris pers Gedung Putih Kayleigh McEnany kemudian mencuit dalam akun Twitternya bahwa presiden akan melanjutkan pendekatan berbasis data menuju pembukaan kembali ekonomi di AS dengan aman. (BBC/A-2) 

 

BERITA TERKAIT