06 May 2020, 08:05 WIB

Trump Desak Tiongkok Ungkap soal Asal-usul Virus Covid-19


Nur Aivanni | Internasional

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada Selasa (5/5), meminta Tiongkok untuk transparan tentang asal-usul wabah virus covid-19 sejak muncul di kota Wuhan, Tiongkok, akhir tahun lalu. Hingga hari ini, covid-19 telah menewaskan lebih dari seperempat juta orang di seluruh dunia.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan ada 'sejumlah besar bukti' bahwa virus muncul dari laboratorium Tiongkok. Dia tidak membantah kesimpulan badan intelijen AS bahwa itu bukan buatan manusia.

Laboratorium yang didukung oleh negara Tiongkok, Institut Virologi Wuhan, telah menolak tuduhan itu.

Kebanyakan ahli yakin jika virus itu berasal dari pasar Wuhan yang menjual satwa liar dan menular dari hewan ke manusia.

Kepada wartawan di luar Gedung Putih sebelum melakukan perjalanan ke Arizona, Trump mengatakan AS akan merilis laporannya yang merinci asal-usul virus covid-19 dari waktu ke waktu. Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai waktunya.

"Kami akan melaporkan dengan sangat definitif selama periode waktu tertentu," kata presiden dari Partai Republik, seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (6/5).

Baca juga: Kawasan Washington Jadi Hotspot Baru Covid-19

Trump, awalnya memuji Tiongkok atas respons negara tersebut terhadap wabah covid-19. Namun, sejak dia menyalahkan Beijing atas virus covid-19, Trump mengatakan bahwa ia belum berbicara dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

"Kami ingin mereka transparan. Kami ingin mencari tahu apa yang terjadi, sehingga ini tidak pernah terjadi lagi," tukasnya.

Trump dan Pompeo telah memberikan pernyataan yang saling bertentangan tentang asal-usul virus covid-19. Pada Kamis, Trump ditanya apakah ia memiliki bukti yang membuatnya sangat yakin bahwa virus tersebut berasal dari Institut Virologi Wuhan. Trump menjawab bahwa ia memiliki bukti tersebut tanpa memberikan rinciannya.

Pada hari yang sama, Pompeo mengatakan bahwa virus covid-19 datang dari Wuhan, tetapi pihaknya tidak tahu persis di mana virus itu dimulai. (CNA/OL-14)

BERITA TERKAIT