06 May 2020, 07:40 WIB

Perlu Sinergi untuk Hadapi Terorisme


(Ykb/Tri/J-1) | Megapolitan

SETELAH ditunjuk menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang baru, Irjen Boy Rafli Amar membeberkan langkah awalnya untuk memberantas terorisme di Indonesia. Menurutnya, BNPT tak da pat bekerja sendiri menderadikalisasi para teroris serta menangani jejaring terorisme di Indonesia. Maka itu, ia berencana akan mengoptimasi dan menggabungkan semua unsur kekuatan negara dalam mengeliminasi bahaya terorisme di Indonesia.

"Kami menyinergikan di antara kekuatan yang dimiliki negara, termasuk Polri dan TNI, unsur penegak hukum, serta yang tergabung dalam criminal justice system (CJS)," ujar Boy di Jakarta, kemarin. Bukan hanya itu, Boy juga akan mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga tokoh adat untuk bersinergi dalam menangani masalah terorisme di Indonesia yang tidak kunjung usai.

Dalam mereduksi dampak radikalisme terhadap teror, Boy mengungkapkan faktor literasi dan edukasi kepada masyarakat harus lebih dimaksimalkan. "Caranya dengan memperkuat nilai-nilai luhur bangsa," tutur Boy. Demi memberantas terorisme yang menyebar di Indonesia, Boy akan berpedoman kepada upaya penegakan hukum yang terukur.

"Didasarkan kepada hasil proses penyelidikan dan ataupun hasil penyelidikan yang telah dilakukan selama ini. Yang pentng itu suatu proses hukum yang berkelanjutan," ucap Boy. Terkait soal peta terorisme yang ada di Indonesia saat ini, Boy belum bisa memerinci hal tersebut. "Setelah dilantik, akan saya coba jelaskan," tuturnya. (Ykb/Tri/J-1)

BERITA TERKAIT