06 May 2020, 07:50 WIB

Daerah Pantau Klaster Penyumbang Kasus Baru


Faishol Taselan | Nusantara

DI Jawa Timur, penyebaran kasus positif virus korona baru (covid-19) telah menembus angka 1.124 setelah kluster pabrik rokok di Tulungagung serta pasar Pujon menambah daftar pasien positif.

“Klaster baru dari salah satu perusahaan di Tulungagung dan Surabaya menambah catatan baru tambahan kasus positif covid-19. Jumlah yang tercatat 23 karyawan dari 214 yang reaktif hasil rapid test-nya,” kata Ketua Tim Tracing Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi Jatim, dokter Kohar, di Surabaya, kemarin.

Sebagai informasi, setelah klaster PT HM Sampoerna Tbk menambah catatan jumlah pasien positif covid-19 di Jatim, Tim Gugus Tracing Percepatan Penanganan Covid-19 Pemprov Jatim menemukan dua klaster baru, yakni klaster karyawan perusahaan di Tulungangung dan klaster Pasar Pujon.

Masih di Jawa Timur, rapid test oleh dinas kesehatan menunjukkan 2 anggota DPRD dan 6 aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Sidoarjo positif covid-19.

Mereka yang dinyatakan positif saat ini sedang menjalani isolasi selama 14 hari. Di Sidoarjo, dinas kesehatan sejak pekan lalu telah menyediakan 1.200 alat rapid test untuk digunakan di masyarakat secara acak.

Terpisah, Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menutup sementara pusat perbelanjaan Indogrosir Mlati di Jalan Yogyakarta-Magelang, Sleman.

Penutupan itu, kata Bupati Sleman Sri Purnomo, karena ada seorang karyawan positif terinfeksi covid-19. “Mulai Selasa, Indogrosir ditutup sementara, tidak boleh operasional sambil menyelesaikan rapid test terhadap 106 karyawan,” kata Sri Purnomo.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur (NTT) Dominikus Mere mengungkapkan pihaknya sedang bekerja keras untuk mencegah transmisi lokal covid-19.

“Kalau terjadi transmisi lokal, kita akan kewalahan karena berbagai alasan dari sisi topografi , transportasi, dan keterbatasan anggaran,” ujarnya, kemarin.

Untuk mencegah transmisi lokal, petugas mempercepat rapid test terhadap sejumlah pelaku perjalanan yang berasal dari sejumlah klaster, antara lain Sukabumi, Gowa, dan Magetan.

Sejauh ini, rapid test sudah berlangung di sejumlah kabupaten. Hasilnya, beberapa pelaku perjalanan reaktif dan sebagian tidak reaktif. (FL/HS/AU/PO/N-3)

BERITA TERKAIT