06 May 2020, 06:35 WIB

Perlambatan dalam Batas Kendali


M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

PERTUMBUHAN ekonomi kuartal I mengalami perlambatan. Namun, perlambatan itu diimbangi dengan tingkat inflasi indeks harga konsumen
(IHK) pada April 2020 yang rendah sehingga kondisi perekonomian secara umum dinilai tetap terkendali.

Menurut laporan terakhir Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2020 tercatat sebesar 2,97%, melambat bila dibandingkan dengan kuartal I 2019 yang tumbuh hingga 5,07%.

Pertumbuhan itu membuat Indonesia memiliki produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp2.625,2 triliun dan PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp3.783,9 triliun.

Kepala BPS Suhariyanto menuturkan penurunan pertumbuhan ekonomi tidak saja terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara lainnya. Pasalnya, dalam situasi pandemi covid-19, setiap negara yang terdampak akan memiliki efek yang berbeda pula.

“Memang yang dialami Indonesia serupa dengan negara lain, yakni terjadi pelambatan yang cukup dalam,” kata dia dalam video conference, kemarin.

Ia menambahkan, PDB menurut lapangan usaha dan komponen paling tinggi pertumbuhannya secara tahunan ialah jasa keuangan dan asuransi sebesar 10,67%, jasa kesehatan dan kegiatan sosial 10,39%, serta informasi dan komunikasi 9,81%.

Berdasarkan strukturnya, lapangan usaha masih didominasi oleh sektor industri dengan sumbangannya pada PDB sebesar 19,98%, diikuti sektor perdagangan 13,20%, dan pertanian sebesar 12,84%. “Dari pertumbuhan yang ada, seluruh sektor pada Triwulan I 2020 ini masih tumbuh, tetapi mayoritas tumbuh melambat,” jelas Suhariyanto.

Inflasi rendah

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko menyatakan, sesuai dengan prakiraan
Gubernur B Perry Warjiyo, inflasi IHK pada April 2020 tetap rendah dan terkendali. Inflasi IHK pada April 2020 tercatat 0,08% (mtm), lebih rendah daripada infl asi bulan sebelumnya sebesar 0,10% (mtm).

Rendahnya IHK April 2020 itu, menurut Onny, dipengaruhi oleh inflasi inti yang melambat, serta kelompok volatile food dan administered prices yang kembali mencatat deflasi.

“Dengan perkembangan itu, secara tahunan inflasi IHK April 2020 tercatat sebesar 2,67% (yoy), menurun jika dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 2,96% (yoy),” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Senin (4/5) malam.

Pada bagian lain, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu melalui keterangan resmi, kemarin, menyatakan pertumbuhan triwulan I 2020 sebesar 2,97% dianggap lebih baik ketimbang negara lain yang mendekati 0 hingga minus. Pada kuartal I 2020, AS tumbuh 0,3%, Korsel 1,3%, Euro Area -3,3%, Singapura -2,2%, Tiongkok -6,8%, dan Hong Kong -8,9%.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia disebabkan oleh konsumsi rumah tangga yang merosot ke 2,84% dan investasi yang hanya tumbuh 1,70%, sedangkan konsumsi pemerintah masih tumbuh 3,74%, ekspor tumbuh 0,24% ketika impor kontraksi -2,19%. Merosotnya konsumsi rumah tangga disebabkan oleh pembatasan sosial berskala besar (PSBB). (Des/X-6)

BERITA TERKAIT