06 May 2020, 06:25 WIB

Ora Bisa Mulih yang Redakan Ketegangan


Blontank Poer Sahabat Didi Kempot | Humaniora

KONSER Amal dari Rumah pada 11 April 2020 rupanya menjadi konser akbar terakhir bagi Mas Didik Prasetyo alias Didi Kempot. Kebetulan, saya yang pertama kali berinisiatif membikin konser dari rumah yang disiarkan secara live streaming di kanal Youtube Didi Kempot Official itu.

Gagasan konser itu diilhami unggahan video lagu lamanya,Ora Bisa Mulih, yang berkisah ungkapan seorang anak di perantauan yang tidak bisa mudik Lebaran. Syairnya sangat mengena dan relevan dengan situasi merebaknya wabah virus korona di saat pergerakan dan interaksi orang harus dibatasi.

Esok harinya, Jumat, 3 April 2020 petang, kami janjian bertemu di rumah Mas Ige, videografer yang merekam semua peristiwa panggung dan membuat videoklip Mas Didi. Alangkah kagetnya, ketika jumpa, dia meminta Mas Ige membuka videoklip yang sedang dipersiapkannya. Lagunya Ora Bisa Mulih dengan ilustrasi aktivitas dokter dan tenaga medis, aparatur pemerintahan, TNI/Polri, serta masyarakat dalam menangani dan menyikapi pandemi korona. Klop!

Saya langsung mengutarakan perlunya menyuarakan ajakan tidak mudik karena potensi ancaman penularan yang mengerikan. Jakarta dan sekitarnya masuk zona merah. Adapun jumlah pemudik yang nekat (menurut survei Kemenhub) mencapai 7% dari jumlah pemudik pada 2019 yang mencapai 23 jutaan orang.

“Betul, Mas. Kita harus cawe-cawe (ikut-ikut) mengajak orang supaya tidak mudik. Karena kita seniman, bisanya hanya menghibur, ya sekalian kita hibur masyarakat yang sedang tegang ini supaya bisa tenang kembali. Mosok dalam situasi seperti ini malah pada berantem,” ujarnya.

Alhasil, konser yang disiarkan langsung selama 3 jam di salah satu stasiun TV swasta itu bukan hanya mengena dan disukai banyak orang, bahkan mencatatkan pengumpulan donasi yang sangat besar, sebanyak Rp7,641 miliar. Banyak pujian publik kepada Mas Didi yang bersedia dengan ikhlas menggelar konser tanpa honor itu.

Mas Didi pun sangat bahagia ketika tiba-tiba ditelepon Presiden Jokowi di akhir konser. Bangga karena seruan tidak mudik yang digemakannya diapresiasi sangat tinggi.

Kembali ke perkara pandemi korona, Mas Didi termasuk sangat gelisah akan potensi penyebarannya, juga dengan banyaknya orang yang terdampak secara ekonomi dan sosial akibat pembatasan aktivitas sosial. Maka, ia berpesan kepada kami (terutama saya) agar bisa mengelola dan membagikan sembako hasil donasi sebaik dan seadil mungkin, juga memberi manfaat bagi penerimanya.

Makanya, selama wabah menjalar, Mas Didi sampai menelurkan dua lagu baru, Tamba Teka, Lara Lunga (obat datang, penyakit hilang) dan Aja Mudik (jangan mudik). Selain dua lagu itu, selama work from home, almarhum juga menghasilkan dua lagu lain, yakni Kanca Kenthel
(teman akrab) yang terinspirasi dari sosok Presiden Jokowi dan satu lagi yang rencananya dinyanyikan secara duet dengan Yuni Shara.

Selamat jalan, Mas Didi. Semoga kepergianmu diikuti seluruh virus korona yang berada di tanah air Indonesia. (X-7)

BERITA TERKAIT