06 May 2020, 04:36 WIB

Hallyu di Tengah Pandemi Covid-19


Abdillah Marzuqi | Weekend

Pandemi covid-19 memaksa banyak orang untuk tetap di rumah. Tentu saja beragam konten daring akan dijelajahi, termasuk segala hal yang berbau Korea. Apalagi saat ini, masyarakat Indonesia tengah dilanda demam Korea. Hal itu pula yang dijadikan landasan Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) untuk menyapa masyarakat Indonesia via daring.

Direktur KCCI Kim Yong-woon menyampaikan, melalui konsep daring, konten budaya Korea yang dipersembahkan KCCI dapat diakses oleh lebih banyak orang, bahkan yang baru mengenal Hallyu (Korean wave) atau gelombang Korea.

“KCCI akan terus menginformasikan beragam hal tentang Hallyu, serta memperluas kerja sama antara Korea dan Indonesia dengan melaksanakan berbagai acara budaya daring di tengah pandemi covid-19,” jelas Direktur KCCI Kim Yong-woon dalam siaran pers (5/5).

Acara daring itu merupakan bagian dari diplomasi kebudayaan yang telah berlangsung sejak bulan Maret. Mayoritas konten disajikan melalui siaran langsung ditayangkan di media sosial KCCI, seperti Instagram, Facebook, dan YouTube.

April 2020, KCCI telah menggelar delapan sesi acara budaya daring dengan tema “Asah Kreativitas #dirumahaja”, “Belajar Bahasa Korea” (melalui lirik lagu K-Pop, dialog K- Drama, dan bahasa gaul), serta “Perkenalan K-Culture” (Hanbok dan alat musik tradisional). Selain itu, mengajak para penonton memperlihatkan bakat menari K-Pop melalui siaran langsung dan sesi gelar wicara daring dengan Influencer Hallyu Indonesia. Sekitar 15.000 penonton menyaksikan sajian konten budaya daring.

Mengikuti penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diperpanjang hingga 22 Mei 2020, KCCI pun telah merencanakan 31 sesi acara budaya daring pada bulan Mei dan Juni 2020.
Acara budaya daring itu punya kategori beragam, seperti kompetisi, pembicara tamu, dan K-Pop. KCCI juga melakukan kerja sama dengan sejumlah lembaga untuk menghadirkan konten pertunjukan dan pameran, beberapa acara berkolaborasi dengan Korea Creative Content Agency (KOCCA), Korea Tourism Organization (KTO), dan sejumlah lembaga seni budaya.
Dari kategori kompetisi, yaitu kompetisi membuat surat atau video untuk keluarga yang tinggal terpisah di kampung halaman, yang tidak dapat ditemui mengikuti larangan mudik. Di samping itu, akan mengadakan kompetisi Dicapoem (digital camera and poetry) ke-2 dan kompetisi membuat simbol Korea dari materi barang bekas.

KCCI juga mengundang pembicara tamu sebagai narasumber dalam acara budaya daring. Dokter di bidang pengobatan tradisional Korea akan menjadi narasumber di tema K-Medicine.

Pada tema K- Pop, KCCI mengundang koreografer dan penari yang berbasis di Seoul sebagai guru tamu dalam kelas daring khusus. Ada pula pemenang medali emas Taekwondo Asian Games 2018 dari Indonesia Defia Rosmaniar, Influencer Korea, dan Indonesia, juru masak tenar dari Korea, perajin, serta narasumber dari bidang terkait. (RO/M-2) 

BERITA TERKAIT