06 May 2020, 02:50 WIB

Kota Palu belum Perlu Berlakukan PSBB


M Taufan SP Bustan | Nusantara

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah, menilai Palu belum perlu memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Wali Kota Palu Hidayat mengatakan penaikan data positif Covid-19 di Palu tidak signifikan.

"Melihat data ini tentu membuat PSBB belum layak diberlakukan di Palu," terangnya, Selasa (5/5).

Menurut Hidayat, ada banyak persiapan yang harus dilakukan jika Palu memberlakukan PSBB. Selain mempersiapkan dokumen juga harus melakukan pelbagai kajian di lapangan.

"Bukan berarti Palu belum siap. Tapi sekarang belum PSBB saja sudah setengah mati kehidupan masyarakat, apalagi kita PSBB," tegasnya.

Hidayat mengklaim kebijakan-kebijakan yang dilakukan Pemkot Palu dalam mencegah dan menangani Covid-19 lebih ketat dan masif di banding daerah-daerah lainnya. Mulai dari membuka pos pemeriksaan di enam pintu masuk Palu, baik bandara, pelabuhan, maupun jalan darat.

"Pemkot Palu juga mendirikan pondok perawatan bagi Orang Tanpa Gejala (OTG) maupun Orang Dalam Pemantauan (ODP)," sebutnya.

Selain itu, tambah Hidayat, Pemkot Palu bersama pihak terkait giat melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi yang ditetapkan sebagai zona rawan Covid-19. Posko induk maupun posko di setiap kecamatan dan kelurahan juga telah berjalan, serta Tim Surveillance juga terus bertindak.

"Jadi sudah berlapis-lapis apa yang kita lakukan. Memang ada pihak pihak yang mendorong terus untuk dilakukan PSBB. Kalau saya menilai belum cocok, tetapi kita terus melakukan kajian," tandasnya. (R-1)

 

BERITA TERKAIT