06 May 2020, 01:40 WIB

Korona Pengaruhi Kerja Sama Indonesia-Tiongkok


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

DUTA Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian, mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, pertukaran personel dan kerja sama ekonomi, perdagangan, serta investasi antara kedua negara telah erat. Kedua negara telah menjadi mitra dagang dan investasi penting satu sama yang lain.

Namun karena terpengaruh oleh pandemi covid-19, ia mengatakan sejak Februari, pertukaran personel antara kedua negara pada dasarnya berhenti. Menurut data yang dia kutip, jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia berkurang 49% selama Januari dan Februari.

“Namun, dengan upaya bersama kedua negara, perdagangan tetap terjaga normal,” ujar Dubes Xiao dalam konferensi pers virtual, Selasa (5/5).

Ia menjelaskan, pada triwulan pertama, investasi langsung Tiongkok di Indonesia mencapai US$1.286 miliar, dan tetap menjaga kedudukan sumber investasi asing terbesar kedua di Indonesia.

Volume perdagangan bilateral mencapai US$15.287 miliar, dan pada dasarnya setaraf dengan tahun yang lalu.

Ia menegaskan Beijing yakin di bawah pimpingan teguh Presiden Joko Widodo, Indonesia akan menanggulangi pandemi covid-19 secepat mungkin. Keadaan fundamental ekonomi Indonesia yang membaik juga ia nilai tidak akan berubah.

“Kami bersedia terus berupaya dengan Indonesia untuk mengurangi dampak yang merugikan sepenuhnya. Kami juga penuh yakin pada prospek hubungan kedua nagara dan kerja sama ekonomi, perdagangan serta investasi kedua nagara,” tegasnya.

Selama pandemi covid-19, untuk memenuhi kebutuhan pengangkutan barang terutama bahan pencegahan pandemi, kedua negara membuka penerbangan kargo charter dan penerbangan kargo sementara dan mendukung kerja sama penanggulangan pandemi covid-19 secara kuat.

Kedua negara juga saling mendukung untuk menjemput sejumlah warga masing-masing yang terdampar di negara satu sama lain dengan penerbangan charter.

“Kedua negara akan melakukan konsultasi tentang pemulihan pernebangan penumpang langsung pada waktu yang tepat, untuk menciptakan syarat bagi pengembangan ekonomi dan sosial dan kerja sama pragmatis bilateral,” tandasnya. (OL-8).

BERITA TERKAIT