06 May 2020, 02:25 WIB

Ribuan TKI dari Malaysia akan Masuki Sumut


Yoseph Pencawan | Nusantara

GELOMBANG kedatangan para TKI dari Malaysia akan kembali masuk ke Tanah Air melalui Sumatra Utara. Pemkab dan pemkot pun diminta bersiap menanganinya dengan protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Raja Sabrina mengatakan, provinsinya akan kembali menerima kedatangan TKI dari Malaysia dengan jumlah setidaknya 2.200 orang.

"Untuk itu, kami sudah meminta pemerintah kabupaten dan kota yang berada di pantai timur, seperti Batubara, Asahan dan Tanjungbalai, melakukan persiapan penanganannya," ungkap R Sabrina, Selasa (5/5).

Terutama, kata dia, untuk mengantisipasi penularan Covid-19. Mulai dari protokol kesehatan hingga persiapan tempat karantina sementara.

Dia menegaskan, setiap TKI yang masuk harus melalui prosedur protokol kesehatan penanganan Covid-19 yang salah satunya diawali dengan rapid test. Bagi mereka yang dinyatakan positif dari hasil pemeriksaan tersebut maka akan langsung dibawa ke rumah sakit rujukan dan yang negatif dibawa ke rumah karantina.

Kemudian alat transportasi. Mmisalnya bus atau kendaraan lain, dari pelabuhan menuju rumah karantina, harus sudah dilakukan sterilisasi dengan disinfektan terlebih dahulu. Selain itu, akan dilakukan pendataan ulang terhadap para TKI sebelum dikembalikan ke daerah masing-masing.

Hal itu karena para TKI yang datang tidak seluruhnya berasal dari Sumut. Banyak dari mereka juga berasal dari luar Sumut, seperti dari Pulau Jawa, Bali hingga Kalimantan.

Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman mengusulkan agar TKI yang masuk terlebih dahulu ditangani oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumur, sampai dengan 14 hari. "Kemudian barulah diserahkan ke kabupaten/kota untuk dipulangkan ke tempat tinggalnya," imbuhnya.

Pada minggu kedua April 2020, Sumut sudah menangani kedatangan hampir 600 TKI yang dideportasi Malaysia akibat pandemi Covid-19. Saat itu, pemulangan difasilitasi GTPP Covid-19 Sumut bersama dengan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Medan dan TNI AU Lanud Soewondo. (R-1)

 

BERITA TERKAIT