06 May 2020, 00:45 WIB

Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Masih Positif


Dhika Kusuma Winata | Ekonomi

MENTERI Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2020 masih tergolong baik bisa mencatatkan angka positif di tengah perlambatan akibat pandemi covid-19.

"Berdasarkan rilis BPS ada beberapa hal yang menjadi catatan, yaitu pertumbuhan ekonomi kita kuartal I seperti diperkirakan akibat pandemi covid-19, kita masih positif di 2,97% dan proyeksi di APBNP 2020 itu sektiar 2,3%. Oleh karena itu, kita harus terus menjaga pertumbuhan," ungkap Airlangga usai rapat terbatas kabinet melalui video konferensi di Jakarta, Selasa (5/5).

Perlambatan ekonomi juga tercermin dari segi inflasi month to month April 2020 yang sebesar 0,08%. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan April tahun lalu. Inflasi year on year pada April juga tercatat lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

Menurut Airlangga, perlambatan akibat pandemi covid-19 diakibatkan terjadinya demand shock seperti telah diprediksi sebelumnya. Terlebih, pada kuartal II saat ini pemerintah telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang berdampak pada sektor ekonomi. Perlambatan diperkirakan akan terus terjadi.

"Perkiraan menyebutkan Mei ini akan ada flattening off sehingga pemerintah juga sedang mempersiapkan exit strategy dari pandemi covid-19 itu sendiri agar maslaah di kesehatan tidak merembet ke sektor-sektor lain," ucap Airlangga.

Perlambatan ekonomi di kuartal I ini, imbuhnya, senada dengan apa yang terjadi di 213 negara lain. Mengutip prediksi yang disampaikan lembaga internasional IMF, Airlangga menyebut tiga negara, yakni Indonesia, Tiongkok, dan India, masih bisa mencapai pertumbuhan positif. Pemerintah pun tengah memikirkan strategi agar perlambatan bisa ditahan seminim mungkin.

"Tingkat konsumsi rumah tangga menurun, kegiatan ekspor impor juga menurun karena memang banyak negara yang dalam tanda petik shut down. Ini tentu kita mengharapkan ada program exit strategy dengan metode normal baru di mana untuk pabrik misalnya harus menjalankan protokol covid-19," pungkasnya. (OL-8).

BERITA TERKAIT