05 May 2020, 23:39 WIB

BPBD DKI Peringatkan Perrgerakan Tanah Di Sejumlah Wilayah


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini bahaya pergerakan  tanah. Peringatan dini dikeluarkan melalui akun resmi media sosial Twitter BPBD DKI Jakarta serta melalui sms blast kepada warga.

Berdasarkan penjelasan BPBD DKI Jakarta, gerakan tanah adalah suatu konsekuensi fenomena dinamis alam untuk mencapai kondisi baru akibat gangguan keseimbangan lereng yang terjadi, baik secara alamiah maupun akibat ulah manusia.

Gerakan tanah akan terjadi pada suatu lereng, jika ada keadaan ketidakseimbangan yang menyebabkan terjadinya suatu proses mekanis, mengakibatkan sebagian dari lereng tersebut bergerak mengikuti gaya gravitasi dan selanjutnya setelah terjadi longsor, lereng akan seimbang atau stabil kembali.

Tanah longsor merupakan bentuk erosi di mana pengangkutan atau gerakan massa tanah terjadi pada suatu saat dalam volume yang relatif besar.

Baca juga : Ini Kronologi Perampok yang Viral di Depok

"Ditinjau dari segi gerakannya, maka selain erosi longsor masih ada beberapa erosi akibat gerakan massa tanah, yaitu rayapan (creep), runtuhan batuan (rock fall), dan aliran lumpur (mud flow). Karena massa yang bergerak dalam longsor merupakan massa yang besar maka sering kejadian longsor akan membawa korban, berupa kerusakan lingkungan, yaitu lahan pertanian, permukiman, dan infrastruktur, serta hilangnya nyawa manusia," tulis BPBD, Selasa (5/5).

Proses terjadinya gerakan tanah melibatkan interaksi yang kompleks antara aspek geologi, geomorfologi, hidrologi, curah hujan, dan tata guna lahan.

Wilayah-wilayah yang memiliki risiko menengah pergeseran tanah antara lain di Jakarta Selatan yakni Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan. Lalu ada pula wilayah lainnya di Jakarta Timur yang memiliki risiko menengah pergeseran tanah yakni di Kramat Jati dan Pasar Rebo.

"Oleh karena itu, dihimbau kepada masyarakat DKI Jakarta khususnya yang berada di wilayah berpotensi terjadi gerakan tanah menengah agar waspada dan kepada lurah dan camat dihimbau untuk tetap antisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal," pungkas BPBD (OL-7)

BERITA TERKAIT