05 May 2020, 23:03 WIB

Ombudsman Sebut Pelanggaran PSBB Marak Terjadi di Pasar


Insi Nantika jelita | Megapolitan

OMBUDSMAN masih menemukan banyak warga yang tidak menerapkan physical distancing selama membeli kebutuhan di pasar Jakarta . Tidak adanya kebijakan untuk memberi jarak antara satu tempat jualan dengan lain, membuat warga masih berkerumun di pasar selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Hal itu juga disebabkan minimya pengawasan dari Satpol PP soal social distancing di pasar yang masih beroperasi dan pada kawasan permukiman,"ujar Kepala Ombudsman Perwakilan Jakarta, Teguh P Nugroho dalam keterangan resminya, Jakarta, (5/5).

Sudah seharusnya Pemprov DKI, kata Teguh, mengerahkan 5.000 anggota Satpol PP untuk secara aktif bergiliran mengawasi pasar yang masih beroperasi. Menurutnya, dengan ditemukanya warga yang masih berkerumun berpotensi mempermudah penularan Covid-19 di tempat tersebut.

“Satpol PP tidak perlu dilibatkan dalam pos pantau dan check point karena kewenangan mereka juga terbatas. Mereka lebih efektif untuk mengawasi pelaksanaan social distancing di pasar dan pemukiman warga," jelas Teguh.

Baca juga : Ombudsman Minta Bansos tahap 2 di Jakarta Segera Disalurkan

Pemprovi DKI Jakarta diminta untuk segera memberikan batas social distancing pada pasar-pasar dengan garis pembatas agar lebih mudah dalam melakukan pemantauan.

Untuk mengurangi jumlah pelanggaran di PSBB tahap II dan berikutnya, Ombudsman mendorong Polda Metro Jaya dan Pemprov DKI Jakarta untuk menggencarkan sosialisasi sanksi pidana kepada para pelanggar aturan social distancing.

Secara umum, Ombudsman Jakarta Raya menilai dalam pelaksanaan dan penegakan aturan PSBB di wilayah DKI Jakarta selama periode 10-23 April 2020 atau tahap I sudah berjalan baik untuk memutus rantai penularan Covid-19.

“Dalam pengamatan kami, secara umum, PSBB telah berhasil meningkatkan angka deteksi Suspect Covid-19, meningkatkan kepatuhan warga untuk bekerja dari rumah. Penerapan social distancing harus ditingkatkan sebagai upaya mengurangi potensi transmisi lokal Covid-19 di Jakarta," pungkas Teguh. (OL-7)

BERITA TERKAIT