05 May 2020, 22:35 WIB

BI: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melorot Lantaran Covid-19


Despian Nurhidayat | Ekonomi

BANK Indonesia (BI) menyatakan bahwa pandemi covid-19 yang mulai merebak pada awal tahun 2020 di Tiongkok dan menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia, memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2020.

Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari ini menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 2,97% (yoy) pada triwulan I 2020. Hasil ini diketahui telah melambat dibandingkan dengan capaian triwulan sebelumnya sebesar 4,97% (yoy).

Baca juga:BPJAMSOSTEK Raih Bronze Medal Asia Sustainability Reporting Award

"Tak bisa dipungkiri, pengaruh covid-19 terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia memang sangat besar dampaknya, terutama pada penurunan permintaan domestik, di tengah kinerja positif sektor eksternal," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dilansir dari keterangan resmi, Selasa (5/5).

Lebih lanjut, bila dilihat dari sisi pengeluaran, penurunan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2020 ini terutama dipengaruhi penurunan permintaan domestik.

Konsumsi rumah tangga tercatat 2,84% (yoy), jauh lebih rendah dibandingkan dengan kinerja pada triwulan IV 2019 sebesar 4,97% (yoy).

"Investasi juga tumbuh melambat sebesar 1,7% (yoy) terutama dipengaruhi oleh melambatnya investasi bangunan. Respons stimulus Pemerintah melalui konsumsi Pemerintah yang tumbuh 3,74% (yoy) dapat menahan perlambatan permintaan domestik lebih dalam," sambungnya.

Selain itu, ekspor neto berkontribusi positif dipengaruhi ekspor yang tumbuh 0,24% (yoy) dan impor yang mencatat kontraksi 2,19% (yoy).

Dari sisi lapangan usaha (LU), perlambatan ekonomi terutama didorong oleh melambatnya aktivitas LU Perdagangan dan Penyediaan Akomodasi serta LU Transportasi dan Pergudangan dipengaruhi berkurangnya mobilitas masyarakat sebagai dampak dari penerapan langkah-langkah untuk memitigasi covid-19.

Baca juga:Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Pemicu Pelemahan Ekonomi Ri

"Di samping itu, kinerja LU Pertanian menurun dipengaruhi perkembangan cuaca yang kurang menguntungkan," pungkas Onny.

Ke depan, BI menyatakan akan terus mencermati dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia, serta secara konsisten memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mendorong pemulihan ekonomi nasional. (Des/A-3)

BERITA TERKAIT