05 May 2020, 18:50 WIB

Pasien Membeludak, Pemprov Jatim Siapkan Rumah Sakit Darurat


Faishol Taselan | Nusantara

Pasien positif covid-19 di Jawa Timur (Jatim) membludak. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim kini menyiapkan rumah sakit (RS) darurat untuk menampung pasien covid-19 yang tidak tertampung di rumah sakit.

"Di rumah sakit darurat ini kita siapkan untuk menambah kapasitas rumah sakit layanan khusus covid-19. Kalau pasien terkonfirmasi positif kan ada gejala klinisnya ringan sedang atau berat," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Surabaya.

Menurutnya, di RS darurat ini nantinya akan diutamakan bagi yang gejala klinisnya ringan sampai sedang. Sedangkan yang berat tetap di rumah umum dan rumah sakit rujukan lainnya.

Pemprov Jatim pekan ini melakukan kerja ekstra keras untuk menyiapkan RS Darurat Covid-19.

RS Darurat Covid-19 Jatim akan didirikan dengan memanfaatkan fasilitas pinjam pakai gedung Puslitbang Humaniora Kementerian Kesehatan yang berada di Surabaya. Menurut Khofifah, pihaknya sudah mengantongi izin dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

"Pada tahap pertama, RS darurat ini akan mampu menampung pasien hingga 200 orang, dengan gejala ringan dan sedang," katanya.

Baca juga: RSCM Lakukan Seleksi Pendonor Terapi Plasma Darah Untuk Covid-19

Sedangkan untuk pasien terkonfirmasi positif covid-19 yang memiliki gejala klinis yang berat, mereka akan dibawa ke RS rujukan utama penanganan covid-19, yaitu di RSUD dr Soetomo dan juga RS Universitas Airlangga, atau RS Syaiful Anwar Malang.

Saat ini bed di puslitbang tersebut sudah tersedia, sehingga tinggal perbaikan sarana dan prasana rumah sakit agar sesuai
dengan protokol kesehatan penanganan covid-19.

Lalu, sumber daya manusia dan tenaga kesehatan yang akan bertugas adalah para relawan tenaga kesehatan Pemprov Jatim.

Kemudian untuk logistik medis di rumah sakit darurat ini, mulai APD, alat medis, akan didukung oleh ratusan donatur yang dikoordinasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur.

Begitu juga dengan laboratorium pendukung akan disokong oleh laboratorium Institure of Tropical Disease (ITD) Unair, RSUD Dr Soetomo, dan juga Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL).

"Terkait penggunaan Gedung Puslitbang Humaniora untuk menjadi Rumah Sakit Darurat Covid-19 Jatim, sudah kami sampaikan saat rakor BPBD. Kemenkes juga sudah memberikan izin, sehingga menjadi kabar baik bahwa warga Jatim dapat gedung yang cukup representatif untuk pasien covid-19," paparnya. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT