05 May 2020, 18:14 WIB

RSCM Lakukan Seleksi Pendonor Terapi Plasma Darah Untuk Covid-19


Atalya Puspa | Humaniora

ASISTEN peneliti Plasma Konvalesen RSCM, William mengungkapkan pihaknya telah menerima sejumlah pendaftar yang hendak mendonorkan plasma darahnya untuk pasien covid-19.

"Untuk donor responnya baik, dan sedang kami rekap," kata William kepada Media Indonesia, Rabu (5/5)

Adapun, saat ini pendonor tersebut masih masuk ke dalam seleksi tahap pertama. Nantinya, apabila memenuhi kriteria, maka pendonor akan datang ke RSCM untuk melakukan skrinning lebih lanjut. Namun, William belum bisa menyebut berapa banyak orang yang telah bersedia untuk mendonorkan plasma darahnya.

Terpisah, Tim Peneliti Plasma Konvalesen RSCM/ FKUI Elida Marpaung menyatakan, mengumpulkan pendonor plasma konvalesen bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan kriteria ketat sehingga tidak semua orang bisa mendonorkan plasmanya.

"Kami target 30 orang (pendonor). Yang jadi masalah plasma yang nanti kita berikan apa bisa untuk 30 orang. Karena pengambilan plasma juga harus memerhatikan golongan darah pasien. Makanya nanti kita akan siapkan sesuai dengan kebutuhan pasien," tuturnya.

Baca juga : Yuri: Jumlah Pasien Positif Covid-19 12.071, Sembuh 2.197

Selain itu, calon pendonor juga harus memenuhi kriteria skrinning, mulai dari usia yang ada dalam rentang 17-65 tahun, hingga kriteria antibodi yang harus dipenuhi.

Namun, dirinya memastikan donor plasma darah tidak akan membahayakan kondisi pendonor jika dilakukan dengan tata cara yang benar.

"Pengambilan darah menggunakan metode apheresis. Darah yang diambil tidak lebih 10% dari darah yang ada pada donor sehingga tisak pengaruhi hemodinamika darah pendonor," jelasnya.

Untuk diketahui, sejumlah dokter dan peneliti memiliki inisiatif untuk melakukan terapi plasma konvalesen bagi pasien covid-19 di Indonesia. Dalam hal ini, RSCM bekerjasama dengan FKUI untuk melakukan penelitian.

Terapi tersebut merupakan terapi yang melibatkan pemberian plasma dari donor pasien covid-19 yang sembuh kepada pasien covid-19 yang masih menderita penyakit tersebut.

Terapi plasma konvalesen sebelumnya sudah diterapkan dalam mengatasi penyakit akibat virus ebola dan merupakan terapi yang direkomendasikan oleh WHO pada 2014. Terapi ini juga diterapkan di Hongkong saat ada wabah SARS-CoV- pada 2003, H1N1 pada 2009-2010 dan MERS-CoV pada 2012.

Saat ini terapi plasma konvalesen untuk pasien covid-19 sudah dilakukan di Wuhan, Tiongkok dan sementara berlangsung di New York, Amerika Serikat (AS). (OL-7)

BERITA TERKAIT