05 May 2020, 17:08 WIB

Tiongkok Yakin Dampak Covid-19 Bersifat Jangka Pendek


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

DUTA Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian, tidak menampik pandemi covid-19 membawa dampak tertentu bagi perkembangan ekonomi dan sosial di Negeri Tirai Bambu.

Akibat pandemi, PDB Tiongkok pada triwulan I 2020 turun 6,8% dibandingkan periode serupa pada 2019. Selain itu, volume impor dan ekspor barang juga turun 6,4%.

“Akan tetapi, dampak ini bersifat jangka pendek, eksternal dan dapat dikendalikan. Seiring dengan tindakan pencegahan dan pengendalian Tiongkok yang semakin menunjukkan hasil. Pemulihan produksi dan kehidupan sehari-hari terus dipercepat,” ujar Xiao dalam konferensi pers virtual, Selasa (5/5).

Baca juga: Lawan Covid-19, Partai Politik Indonesia-Tiongkok Kuatkan Dialog

Xiao menyebut beberapa indikator ekonomi utama pada Maret ini menunjukkan secercah harapan. Misalnya, Indeks Manajer Pembelian (PMI) mencapai 52%, atau meningkat 16,3 poin dari periode Februari. Indeks Aktivitas Bisnis Non-Manufaktur juga meningkat ke 52,3%, atau naik 22,7 poin.

Adapun sumber pendorong ekonomi yang baru bahkan mencatat pertumbuhan. Nilai tambah industri strategis baru dan industri manufaktur berteknologi tinggi masing-masing meningkat 5,9% dan 9,0%. Stabilitas perkembangan ekonomi dan sosial terus dijaga.

Lebih lanjut, dia menjelaskan untuk mengatasi dampak negatif pandemi, pemerintah Tiongkok mempertahankan prinsip kemajuan sambil memastikan stabilitas. “Menjaga kestabilan diprioritaskan dengan tujuan tidak terjadi penularan wabah lagi, ekonomi stabil, serta kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat,” pungkas Xiao.

Baca juga: Tiongkok Minta AS Setop Politisasi Covid-19

Pemerintah Tiongkok turut meningkatkan jaminan pada sejumlah bidang, yaitu lapangan kerja, keuangan, perdagangan luar negeri, investasi, kebutuhan pokok, aktivitas pasar, keamanan pangan dan energi, berikut stabilitas rantai suplai dan rantai industri.

Selain itu, pemerintah juga menaikkan rasio defisit, menerbitkan obligasi khusus untuk melawan covid-19 dan menambah penerbitan obligasi pemerintah daerah, serta membuat kebijakan fiskal. Langkah selanjutnya adalah pemotongan rasio cadangan wajib, penurunan suku bunga dan reloans dimanfaatkan untuk memastikan likuiditas yang wajar dan memadai.

Langkah lain, yaitu melepaskan potensi konsumsi dan investasi untuk memperluas permintaan domestik. Pemerintah Tiongkok akan meningkatkan konsumsi sipil, konsumsi umum dan pengeluaran di bidang infrastruktur tradisional, infrastruktur baru, industri strategis baru dan investasi swasta. Selanjutnya, untuk membantu pelaku usaha, khususnya berskala mikro dan kecil, pemerintah Tiongkok memotong pajak, serta menurunkan pembiayaan dan sewa rumah.(OL-11)

BERITA TERKAIT