05 May 2020, 17:15 WIB

Mentan: Musim Tanam Akan Dipercepat untuk Antisipasi Kekeringan


Dhika kusuma winata | Ekonomi

MENTAN Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan pihaknya akan mempercepat musim tanam untuk komoditas pertanian demi mengantisipasi kekeringan. Pasalnya, sebagian wilayah Indonesia sudah masuk ke musim kemarau dan diprediksi kian meluas. Musim tanam akan dipercepat untuk lahan existing seluas 5,6 juta hektare.

"Untuk mewaspadai kekeringan yang panjang selain pandemi covid-19, dua agenda yang akan kami lakukan, yaitu agenda pada existing lahan yang harus masuk pada penanaman berikut, atau musim tanam dua, itu akan kita mulai di Mei ini. Jadi yang sudah panen raya Mei ini, kemudian sesudah panen, dilakukan upaya penanaman," ungkap Mentan Syahrul seusai rapat terbatas kabinet melalui video konferensi di Jakarta, Selasa (5/5).

Syahrul mengatakan percepatan musim tanam pascapanen raya Mei untuk mengejar sisa air hujan yang ada atau air tanah dari lahan yang ada. Percepatan itu akan tersedia pada lahan existing atau lahan irigasi teknis. Kemudian, akan dilakukan juga percepatan bantuan penyediaan benih untuk 2 juta hektare lahan, pupuk, dan obat-obatan.

Syahrul juga menyampaikan perluasan atau ekstensifikasi lahan bisa menjadi salah satu cara menjaga produksi bahan pangan. Pemerintah saat ini merencanakan ekstensifikasi sekitar 600 ribu hektare lahan untuk produksi bahan pangan. Perluasan rencananya di lahan gambut dan lahan kering.

"Kemudian penyiapan pipanisasi, pompa, parit kecil, harus dilakukan. Kita berharap, nanti mudah-mudahan ada backup dari Pak Menko Perekonomian untuk kita siapkan lahan-lahan di luar existing atau ekstensifikasi," ucap Syahrul.(OL-4)

BERITA TERKAIT