05 May 2020, 16:35 WIB

Pelanggan Keluhkan Kenaikan Biaya Listrik yang Tak Wajar


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Megapolitan

KENAIKAN tarif listrik di tengah pandemi virus korona (covid-19) dikeluhkan warga. Kenaikan tersebut mencapai berkali-kali lipat dari tagihan biasanya sebelum ada pandemi.

Warga dari Jatibening Bekasi, Daskani,36, mengatakan listrik di rumahnya menggunakan token berdaya 900 Va yang dapat subsidi atau diskon 50% dari pemerintah. Namun subsidi yang ia dapatkan hanya satu bulan, ditambah kenaikan tarif yang terbilang kurang wajar. "Saya tidak tahu, subsidinya hanya sebulan saja," ucap Daskani kepada Media Indonesia, Selasa (5/5).

Tak hanya itu, kenaikan tarif pun ia rasakan sejak 29 Maret lalu. Dalam rentang sepekan, ia mengisi token listriknya Rp50 ribu.

Ia tak mau berspekulasi atas kenaikan tersebut meski banyak warganet mengatakan hal ini dikarenakan adanya subsidi silang yang dilakukan PLN kepada pelanggan. Satu sisi PLN melakukan penurunan tarif atau kompensasi untuk warga tidak mampu. Namun di sisi lain, warga yang tidak mendapat kompensasi tersebut, justru dinaikkan tarifnya mencapai dua kali lipat dari tarif biasanya.

Ia pun mengaku, ia jarang mengecek angka kWh meter, sehingg tak mengetahui dengan pasti apakah hal itu berpengaruh pada kenaikan tarif listriknya atau bukan. "Memang jarang cek, nanti deh saya cek," kata Daskani.

Sebelumnya PLN memang mengimbau pelanggan untuk melaporkan angka stan dan foto kWh meter. Angka tersebutt katanya, bisa menjadi pemicu kenaikan tarif. (OL-4)

BERITA TERKAIT