05 May 2020, 15:20 WIB

Kasus Covid-19 Meluas, Palestina Perpanjang Status Darurat


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PRESIDEN Palestina, Mahmoud Abbas, sepakat untuk memperpanjang status darurat negara di tengah pandemi covid-19.

Menurut kantor berita resmi WAFA, Abbas telah memperpanjang lockdown satu bulan mulai Selasa (5/5) ini.

“Dengan keputusan itu, lockdown diperpanjang untuk ketiga kalinya,” bunyi laporan Anadolu.

Baca juga: Kerja Sama Israel-Palestina Diuji Peningkatan Kasus Covid-19

Awalnya, pemerintah Palestina mengumumkan kebijakan lockdown selama 30 hari pada 6 Maret lalu. Tepatnya, setelah sejumlah kasus covid-19 ditemukan di wilayah Betlehem. Kepala Negara pun memperpanjang masa lockdown selama sebulan pada 3 April lalu.

Menteri Kesehatan Palestina, Mai al-Kaila, mengungkapkan 10 kasus baru telah dikonfirmasi di wilayah Yerusalem yang diduduki dan Tepi Barat. Jumlah kasus covid-19 meningkat hingga 170 orang di Yerusalem, serta 362 kasus covid-19 di Tepi Barat dan Gaza.

Baca juga: Gaza Kekurangan Alat Diagnosis Covid-19

Sejak pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, virus korona telah menyebar ke sekitar 187 negara dan kawasan. Amerika Serikat (AS) dan Eropa merupakan wilayah yang paling terpukul akibat pandemi.

Lebih dari 3,5 juta kasus covid-19 dilaporkan secara global, dengan angka kematian lebih dari 215 ribu jiwa. Tercatat, sekitar 1,1 juta orang berhasil sembuh dari covid-19. Data itu dikumpulkan Universitas Johns Hopkins yang berbasis di AS.(AA/OL-11)

 

BERITA TERKAIT