05 May 2020, 15:15 WIB

Kemarau, Petani Kupang Beralih Menanam Sayuran


Palce Amalo | Nusantara

Sejumlah petani di Persawahan Oepoi, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) beralih menanam sayuran di areal persawahan mereka.

Petani memilih mengembangkan sayuran lantaran krisis air akibat kemarau yang menyebabkan pasokan air ke persawahan berkurang. "Air tidak cukup mengairi tanaman padi. Kalau untuk tanaman sayuran cukup," kata Soleman Buifena, petani, Selasa (5/5).

Solemen memiliki areal persawahan sekitar 100 meter persegi. Namun, ia hanya mengolah setengah dari luas lahan tersebut karena keterbatasan air. Kini, di lahan tersebut, ada empat petak sawi dan kangkung yang siap dipanen.

"Nanti, saya lihat kondisi airnya. Kalau masih cukup tambah lagi satu atau dua petak," ujarnya.

Baca juga: Nekat Balapan Liar Puluhan Remaja Diamankan Pecalang

Dengan menanam sayuran, Soleman mengaku kebutuhan sayuran di rumah terpenuhi. "Pendapatan dari menjual sayuran kepada pedagang perantara cukup untuk memenuhi kebutuhan saya bersama istri dan dua anak," jelasnya.

Dia juga mengaku beruntung karena areal persawahannya terletak di sisi got yang airnya masih mengalir. Bagi petani yang letak persawahannya jauh dari got, bakal kesulitan memperoleh air. Oleh karena itu, lebih dari separuh areal persawahan di Oepoi tidak diolah pada musim hujan dan hujan musim kemarau saat ini.

Menurutnya, air pada musim hujan juga terbatas. Hanya petani tertentu yang menanam padi. Bernadus Laya, petani, adalah satu di antaranya. "Saya menanam padi karena ada sumur air minum. Kalau air hujan kurang, air bisa dipasok dari sumur," ujarnya.

Menurut Bernadus, banyak petani di Persawahan Oepoi tidak menanam, karena curah hujan rendah berpengaruh terhadap
ketersediaan air. (OL-14)

BERITA TERKAIT