05 May 2020, 14:42 WIB

Cucu SBY Dicolek Denny Siregar, Kader Demokrat Satukan Kekuatan


Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum

CUITAN pegiat sosial media Denny Siregar soal pidato cucu SBY Almira Tunggadewi Yudhoyono berbuntut panjang.

Setelah ibunda Almira, Anisa Pohan bereaksi keras, ini sejumlah petinggi Partai Demokrat berbondong-bondong mengecam Denny yang dikenal sebagai pendukung Presiden Joko Widodo itu.

Mereka yang mengecam ialah, mantan Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Andi Arief, Jansen Sitindaon, Inggrid Kansil hingga Rachland Nashidik.

Andi Arief misalnya meminta agar Denny dicari untuk mengetahui motif dia membawa-bawa pidato Almira dalam unggahannya.

"Saya berharap Ketum Demokrat @AgusYudhoyono punya keluasan hati memaafkan @dennysiregar7 yang telah melakukan kekerasan verbal virtual terhafap buah hatinya Aira. Bagi tentara, hidupnya dipertaruhkan buat negara dan buah hatinya. Tapi si Densi harus dicari, untuk tahu motifnya," cuit Andi melalui akun twitternya @AndiArief__

Cibiran terhadap Denny juga datang dari politisi demokrat lain Ferdinand Hutahaean. Kata Ferdinan, aksi Denny tergolong brutal karena menempatkan anak kecil sebagai bahan bullyan.

"Denny Siregar terlalu barbar dan tega menjadikan anak-anak sebagai objek perundungan politik. Saya mendesak DS meminta maaf kepada Almira dan menghapus tweetnya. Bijaklah, jangan brutal karena politik. Apapun alasannya Denny tidak patut mem-bully anak-anak," kata Ferdinand.

Kecaman serupa juga muncul dari jempol Hinca di akun Twitter pribadinya.

"Bersyukurlah, para orangtua yg masih mendidik anaknya dengan menulis apalagi sanggup mengajar berpikir kritis. Bersedihlah, bagi mereka yg sudah mendidik anaknya, namun berujung menjadi BuzzeRP," cuit Hinca.

Sementara, Inggrid Kansil mengatakan aksi yang dilakukan Denny tak pantas dan bisa masuk kategori cyber bullying terhadap anak.

"Cyberbullying saat ini sungguh keji. Seorang anak yang sedang belajar menyampaikan pendapatnya dalam tugas sekolah dianggap memiliki kepentingan politik. Mirisnya lagi adalah ketika orang dewasa yang seharusnya menjadi panutan malah membatasi ruang kebebasan berpendapat #lawanpbullyibudananak @KPAI_official," cuitnya melalui akun twitter @ingrid_kansil. (OL-8).

 

BERITA TERKAIT