05 May 2020, 14:45 WIB

PSBB: Protokol Covid-19 di Gedung Balaikota Depok Nihil


Kisar Rajagukguk | Megapolitan

PEMERINTAH Kota Depok memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Covid-19 dengan melarang kerumunan lebih 5 orang, jika kerumun lebih 5 orang dibubarkan aparat. Termasuk menerapkan jaga jarak dan mewajibkkan memakai masker saat keluar rumah.

Nyatanya, dalam amatan Media Indonesia hal tersebut tidak diberlakukan di Gedung Balaikota Depok. Fakta itu terjadi di depan ruang kerja Walikota Depok Idris Abdul Shomad pada Senin (4/5). Di sana berbaris orang berdiri tanpa jarak fisik tetapi tidak dibubarkan aparat.

Sekretaris Daerah Kota Depok Hardiono yang berada satu lantai dengan ruang kerja Walikota Depok Idris Abdul Shomad di lantai 2 Gedung Balaikota menilai, pengamanan di Gedung Balaikota super longgar. Seharusnya, pihak pengamanan menerapkan protokol penanganan Covid-19.

"Jadi apa gunanya ada PSBB di Kota Depok, di Balaikotanya saja Satpol PP nya tidak mensterilkan dari kerumuman orang," kritik Hardiono.

Dalam penerapan PSBB, warga dilarang melakukan kegiatan dengan jumlah lebih dari 5 orang di tempat atau fasilitas umum. Para pengelola tempat atau fasilitas umum diminta tutup. Termasuk meliburkan sekolah karena masih masifnya wabah virus korona atau covid-19.

Terkait masalah ini, Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratna Nurdianny saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti. "Terimakasih atas infonya, kita segera tindaklanjuti," jawabnya singkat. (OL-13)

Baca Juga: Semua Kelurahan di Depok Masuk Zona Merah Covid-19

Baca Juga: Warga Depok Pilih Gabung DKI Daripada Provinsi Bogor Raya

BERITA TERKAIT