05 May 2020, 13:30 WIB

Pertahanan Agam Tangkal Covid-19 Berbasis Desa Jebol


Yose Hendra | Nusantara

BUPATI Agam Indra Catri mengakui pertahanan Agam menangkal virus korona (covid-19) berbasis desa (nagari) mulai jebol. Tidak tertutup kemungkinan diperpanjang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal ini karena terungkapnya salah seorang warga Kota Payakumbuh, inisial J yang dinyatakan positif terpapar covid-19, yang berada di rumah anaknya di Jorong Titih, Nagari Padang Tarok, Kabupaten Agam.

J berusia 60 tahun tercatat berdomisili di Kelurahan Nunang Daya Bangun, Kecamatan Payakumbuh Barat. Namun, sejak istrinya meninggal beberapa tahun belakangan, sekitar 2 atau 3 kali seminggu dia pulang ke Padang Tarok dan menginap di rumah anaknya. Sampai di rumah anaknya biasanya sudah malam dan pagi-pagi sudah kembali lagi ke Payakumbuh.

J dinyatakan positif terpapar covid-19 pada Jumat (1/5) berdasarkan hasil pemeriksaan swab yang diambil dan dikirim oleh Pemko Payakumbuh ke Labor Unand Padang.

Melihat kondisi yang berkembang, Indra meminta agar seluruh jajarannya untuk segera dan terus melakukan monitoring dan tracking terhadap pergerakan J dan keluarganya beberapa hari sebelumnya.

Baca Juga: Bupati Agam Ajak Warga Berkebun di Rumah Saat PSBB

"Monitor dan tuntaskan proses tracking nya. Kita tak mau kecolongan dan ambil risiko. Setelah itu kita akan ambil tindakan-tindakan penanganan dan sekaligus memperlihatkan kepada masyarakat bahwa ancaman penyebaran Covid-19 itu sangat dahsyat, sangat nyata, sekaligus bisa dijadikan argumen untuk melanjutkan PSBB tahap II," kata Indra Catri.

Lebih lanjut Indra Catri mengatakan kalau J sehari-hari berjualan rokok, mengojek, dan sesekali menjadi sopir di kota Payakumbuh.

"Yang bersangkutan pernah kontak dengan salah seorang pasien positif di Payakumbuh inisial HEM (pemilik toko sport) di Payakumbuh," ujarnya.

Berdasarkan hasil tracking dari HEM, salah satunya ditemukan nama J, kemudian J diambil SWAB-nya oleh jajaran Pemkot Payakumbuh dan hasil labornya dinyatakan positif.

Saat ini yang bersangkutan sudah dirawat di RSAM Bukittinggi bersama dua orang anaknya. Sedangkan orang yang terkontak langsung lainnya dengan beliau sebanyak 4 orang yakni kakak istri, anak kakak istrinya, dan kakak laki-laki istrinya serta satu orang temannya langsung di isolasi ditempat Karantina Badan Diklat Depdagri di Baso.

"Mudah-mudahan semuanya belum terpapar dan melakukan banyak kontak langsung dengan masyarakat di sekitarnya. Kita sangat berharap tentunya rantai interaksinya di Agam belum terlalu panjang dan melebar," harap Indra Catri.

Sebelum kasus ini, Agam masuk zona hijau pandemi covid-19 di Sumbar. (OL-13)

Baca Juga: Sekjen PAN Tanggapi Hengkangnya Putra Amien Rais

 

 

BERITA TERKAIT