05 May 2020, 13:11 WIB

Sekda Jatim Sebut tidak Ada Penarikan Produk Sampoerna


Irvan Sihombing | Nusantara

SEKRETARIS Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono menyatakan tidak akan ada penarikan produk Sampoerna dari pasaran. “Tidak ada penarikan produk Sampoerna,” kata Heru saat dihubungi wartawan melalui pesan teks, Selasa (5/5/2020).

Hal ini menanggapi kabar yang beredar tentang penarikan produk rokok buatan PT HM Sampoerna. Sementara itu, secara ilmiah dari ilmu virologi disebutkan bahwa penarikan produk rokok memang tidak diperlukan.

Baca juga: Positif Covid, Satu Pabrik Rokok Sampoerna Berhenti Sementara

Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Prof. dr. Chairul Anwar Nidom mengatakan rokok dari pabrik yang berada di wilayah Rungkut Surabaya tersebut tidak menularkan Coronavirus Diseases 2019 (covid-19).

“Masyarakat harus diberikan penjelasan sebaik-baiknya bahwa virus yang menempel di benda mati atau benda kering hanya bertahan hidup paling lama selama tiga jam saja,” ujarnya.

Covid-19 tidak akan bertahan hidup di sebuah benda atau produk yang tidak ada bahan biologinya. Sekalipun ada bahan biologi seperti ludah atau kotoran, virus hanya mampu bertahan 8-12 jam.

Sama halnya dengan produk rokok. Nidom menilai rokok yang diproduksi biasanya sudah disimpan di gudang terlebih dahulu sebelum didistribusikan. Artinya ada rentang waktu yang cukup lama dari tahap produksi dan distribusi.

“Rokok itu bahan kering sehingga virus tidak akan tumbuh dan bereplikasi di situ, karena pasti sudah mati,” katanya. Apalagi, kata Nidom, produk rokok dari pabrik yang terpapar telah dikarantina sebelum didistribusikan artinya peluang untuk virus tetap hidup tidak ada sama sekali.

Baca juga: Permasalahan Sampah Puntung Rokok Harus Serius Diatasi

“Rokok bisa jadi media penularan kalau orang melakukan pinjam-meminjam rokok, misalnya satu batang rokok diisap banyak orang. Nah, itu baru bisa menularkan virus,” katanya. Kalau produk baru dalam kemasan, lanjutnya, sudah pasti tidak ada virus karena sudah diisolasi di gudang sebelumnya. (RO/A-3)

BERITA TERKAIT