05 May 2020, 12:49 WIB

Pemkot Yogyakarta Terus Gelar Operasi Pasar Gula


Ardi Teristi Hardi | Nusantara

PEMERINTAH Kota Yogyakarta terus berupaya menstabilkan harga gula pasir di pasaran lewat operasi pasar. Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi  mengatakan, operasi pasar gula pasir akan terus dilakukan, khususnya selama Ramadan. 

"Harga gula hingga hari ini masih belum stabil dan akan terus kami lakukan operasi pasar. Harapannya nanti menjelang lebaran harga gula sudah stabil," ucap Heroe, Selaasa (5/5),

Pihaknya kali ini menggandeng Pabrik Gula Madukismo dengan mendistribusikan 200 kilogram gula. Sebelumnya, Pemkot Yogyakarta juga telah melakukan operasi pasar gula pasir dengan menggandeng Bulog Divre DIY dan berhasil menurunkan harga gula di pasaran sekitar Rp500 perkilogram.

Penyaluran operasi pasar gula pasir ini dilakukan melalui lembaga Pemerdayaan Masyarakat Kelurahan (PMK) dengan jatah setiap kelurahan 44 kilogram. Cara ini dilakukan untuk menghindari kerumunan. Harga gula pasir saat ini masih berada di angka sekitar Rp17.000 per kilogram, sedangkan harga eceran tertinggi Rp12500 per kilogram. Harga gula pasir tinggi  karena stok gula pasir di pasaran sudah menipis dan meningkatnya permintaan konsumen pada bulan Ramadan.

"Pada bulan Ramadan seperti ini bisa saja konsumsi gula meningkat," jelas dia. 

Pasalnya, masyarakat butuh asupan gula untuk energi selama menjalankan puasa. Heroe juga menyampaikan, stok pangan di Kota Yogyakarta aman hingga empat  bulan ke depan, meski ada peningkatan konsumsi pada bulan Ramadan. Masyarkat pun diimbau tetap tenang karena distribusi dan persediaan pangan tidak ada masalah. Bagian Pemasaran Pabrik Gula Madu Kismo, Bambang Winarso menambahkan, masa giling tebu di pabriknya baru dimulai pada Juni mendatang. 

"Biasanya dalam kondisi normal, bulan Mei sudah memasuki masa penggilingan, namun karena ada wabah mundur hingga sesudah lebaran, sekitar bulan Juni," jelasnya.

baca juga: Cegah Kerumunan, BNI Sebar 600 Agen-46 di Maluku Utara

Mengantisipasi mundurnya masa giling, pihaknya sudah melakukan impor raw sugar atau gula mentah berbentuk krsital dari Thailand. 

"Kami mendapt izin dari Pemerintah untuk melakukan impor dengan jatah 100.000 ton gula mentah," imbuhnya.

Hingga saat ini, Madukismo belum bisa mencukupi permintaan pasar di DIY jika tanpa melakukan impor. Pasalnya, kemampuan produksi Pabrik Gula Madukismo baru bisa 50 ton per musim giling. (OL-3)

BERITA TERKAIT