05 May 2020, 12:15 WIB

Didi Kempot Ingin Duet dengan Habib


Syech Widjajadi | Nusantara

Dunia tarik suara tanah air berduka.  penyanyi campursari yang kondang dengan nama panggung Didi Kempot, 53 meninggal dunia pada Selasa (5/5) di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo.

Quirinto Endhi, teman dekat almarhum mendapatkan kabar meninggalnya Lord Didi dari kerabat dekat almahum. "Masuk RS Kasih Ibu semalem, dengan keluhan sesak nafas," ujar menantu Jujuk Srimulat.

Humas RS Kasih Ibu, David mengatakan penyanyi campursari itu meninggal pada pukul 07.45.  "Almarhum Didi Kempot dinyatakan meninggal Selasa (5/5) pukul 07.45 WIB," jelasnya.

Kabar meninggalnya penyanyi berjuluk Godfather of Brokenheart sangat mengejutkan banyak kalangan dan para penggemarnya. Satu di antaranya KH Abdul Karim atau Gus Karim, pengasuh Pesantren Al Quraniy Azzayadiy yang sangat dekat dengan almarhum Didi Kempot.

Baca juga: Didi Kempot Meninggal Dunia

"Saya kaget diberi kabar Mas Didi Kempot seda. Dunia panggung hiburan jelas sangat kehilangan. Beliau belakangan ini sangat tekun belajar agama dan yang belum kesampaian adalah keinginan almarhum duet dengan Habib Syech dan juga umroh bersama saya," tegas ulama Solo yang sempat duet menyanyi dengan almarhum pada acara Doa dan Haul untuk mendiang ayahnya, Hadiwiranto di Sondakan, Solo pada Oktober 2019.

Awal Ramadan, lanjutnya, almarhum menyatakan ingin duet dengan Habib Syech. "Dia meminta saya untuk menyampaikan," tukas Gus Karim.

Jenazah adik kandung mendiang pelawak Mamik 'Podang' Prakosa akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Sidowayah, Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur hari ini juga.

"Tadi info dari keluarga, dari rumah sakit, jenazah akan langsung dibawa ke Desa Sidowayah, Ngawi untuk dikebumikan di pemakaman keluarga di sana," imbuh Rinto.

Walikota FX Hadi Rudyatmo yang melayat jenazah almarhum Didi Kempot di RS Kasih Ibu menyatakan, Solo kehilangan putra terbaiknya." Beliau ikut membesarkan nama Solo baik di panggung nasional maupun internasional. Saya kaget dan merasa sangat kehilangan. Saya ikut berduka cita atas meninggalnya Mas Didi Kempot yang terasa mendadak itu," ungkap Rudy.

Almarhum Didi Kempot sebagai maestro campursari dan penulis lagu yang populer, memulai kariernya sebagai musisi jalanan di Kota Solo selama dua tahun sejak 1984. Kemudian dia punya tekad mengadu nasib ke Jakarta pada 1987.

Walau bernama asli Dionisius Prasetyo, tapi dia lebih senang dipanggil dengan nama Didi Kempot. Ternyata Kempot adalah singkatan dari Kelompok Pengamen Trotoar, grup musik asal Solo yang kemudian melambungkan namanya saat berkarier di Jakarta.

Sebagian besar karyanya bertema patah hati dan kehilangan. "Saya sengaja memilih tema tersebut karena rata-rata orang pernah mengalaminya dan ingin dekat dengan masyarakat," ungkap Didi. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT