05 May 2020, 11:21 WIB

Pemerintah Siapkan Mitigasi Hadapi Kekeringan di Tengah Pandemi


Nur Azizah | Ekonomi

PEMERINTAH tengah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk mengahadapi kekeringan di tengah pandemi covid-19. Berdasarkan prediksi Badan Pangan Dunia (FAO) krisis pangan akan melanda dunia lantaran kemarau panjang dan covid-19.

"Oleh sebab itu, urusan yang berkaitan dengan musim kemarau harus kita harus hitung benar-benar," kata Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas mengenai antisipasi dampak kekeringan terhadap ketersediaan bahan pokok di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (5/5).

Berdasarkan ramalan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebanyak 30% wilayah di Indonesia akan mengalami kemarau panjang. Jokowi khawatir kondisi ini akan berimbas pada kelangkaan bahan pokok.

"Oleh sebab itu antisipasi mitigasi harus betul-betul disiapkan sehingga pekerjaan dan stabilitas harga bahan pangan tidak terganggu," ujarnya.

Baca juga: Jokowi Minta Petani Percepat Musim Tanam

Sebagai langkah antisipasi, Jokowi meminta jajarannya memastikan ketersediaan air di seluruh daerah sentra produksi pertanian. Air merupakan kunci produksi.

"Ini harus disiapkan dari sekarang mulai dari penyimpanan air hujan, kemudian memenuhi Danau, Waduk, Embung, kolam retensi dan penyimpanan air buatan lainnya penting," ungkapnya.

Selanjutnya, ia ingin stok pangan dikelola lebih baik lagi. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta Bulog membeli gabah dari petani.

"Mengenai manajemen pengelolaan stok untuk kebutuhan pokok untuk bahan-bahan pokok hitung-hitungannya detail, Bulog tetap harus membeli gabah dari petani sehingga harga di petani menjadi lebih baik," tegas dia. (A-2)

 

BERITA TERKAIT