05 May 2020, 10:53 WIB

Selandia Baru Laporkan Nol Kasus Baru Covid-19


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

SELANDIA Baru, Senin (4/5), mencatat tidak ada kasus baru virus korona (covid-19) untuk pertama kalinya sejak 16 Maret dan kurang dari seminggu setelah negara Pasifik itu mengakhiri lockdown ketat yang tampaknya berhasil membendung wabah.

Direktur Jenderal Kesehatan Selandia Baru Ashley Bloomfield mengatakan, pada konferensi pers, jumlah kematian tetap di angka 20 atau tanpa ada tambahan.

"Ini adalah simbol dari upaya yang dilakukan semua orang," kata Bloomfield kepada wartawan.

"Ini adalah hari pertama kami tidak memiliki kasus baru dan kami ingin menjaga situasi ini," tambahnya.

Baca juga: Longgarkan Lockdown, Toko Minuman Keras Diserbu Pembeli di India

Selasa (28/4) lalu, Selandia Baru mengakhiri lockdown ketat yang menutup kantor, sekolah, mal, restoran, taman bermain, dan semua area publik lainnya selama lebih dari sebulan.

Namun, beberapa pembatasan sosial tetap berlaku dengan jutaan warga Selandia Baru masih bekerja dan belajar dari rumah, meskipun beberapa kegiatan ekonomi diizinkan dilanjutkan.

Bloomfield memperingatkan warga harus melanjutkan langkah-langkah social distancing untuk memastikan covid-19 tidak mencuat kembali.

"Jelas ini adalah angka yang menggembirakan hari ini," kata Bloomfield.

"Ujian sesungguhnya adalah akhir pekan ini ketika kita memperhitungkan masa inkubasi virus dan waktu yang dibutuhkan orang menunjukkan gejala yang umumnya lima sampai enam hari setelah paparan."

Jumlah total kasus yang dikonfirmasi di negara ini adalah 1.137, ujarnya.

Menteri Luar Negeri Winston Peters mendukung seruan terhadap apa yang disebut ‘gelembung trans-Tasman’ yang akan memungkinkan perpindahan orang-orang antara Selandia Baru dan Australia.

Menurutnya rencana semacam itu dapat berjalan ‘dengan sangat baik’. (France 24/OL-1)

BERITA TERKAIT