05 May 2020, 10:48 WIB

Longgarkan Lockdown, Toko Minuman Keras Diserbu Pembeli di India


Deri Dahuri | Internasional

SEJUMLAH polisi terpaksa memukulkan pemukul mereka kepada kerumuman warga yang menggunakan masker di India pada Senin (4/5). Kerumunan orang bermasker yang berdesak-desakan itu hendak membeli minuman alkohol untuk pertama kalinya dalam 40 hari terakhir semenjak pemerintah setempat mulai melonggarkan penerapan lockdown untuk mencegah penyebaran virus korona.

Sejumlah pejabat di negara bagian di India telah meminta toko-toko minuman keras lebih awal. Desakan alasan pembukaan gerai-gerai minuman keras seiring pelonggaran lockdown lebih terdorong motif ekonomi. Pasalnya pendapatan sejumlah negara bagian banyak yang mengandalkan pajak dari minuman alkohol.

Pada Senin malam (4/5), pemerintah Delhi juga mengatakan akan mematok pajak minuman keras sebesar 70%. Besarnya pajaknya disebut sebagai ‘biaya khusus korona’. Sebagaimana diberitakan media lokal, penaikan pajak minuman keras untuk meningkatkan pendapatan pemerintah Delhi yang perekonomiannya terimbas pandemi Covid-19.   

Upaya penerapan lockdown yang dilakukan pemerintah India telah mendapat pujian. Penerapan lockdown sejak akhir Maret 2020 itu berjalan ketat dengan dukungan aparat keamanan. Dengan jumlah populasi 1,3 juta jiwa, di India tercatat memiliki 42.500 kasus Covid-19 dengan jumlah korban meninggal 1.400 orang. India termasuk negara yang sukses menekan penyebaran virus korona.  

Baca juga : Melonjak, Korban Tewas Covid-19 di Prancis Capai 25.000

Memang saat pembelakuan lockdown, jutaan pekerja di sektor informal terkena imbasnya. Sebagian besar para buruh dan pekerja harus kehilangan pekerjaan. Bahkan peningkatan pengangguran yang besar telah menggoyangkan perekonomian India yang masuk perekonomian terbesar ketiga di kawasan Asia.

Sejak Senin (4/5), pelonggaran lockdown mulai dilakukan. Pertama yang mendapat izin untuk kembali beraktivas adalah sektor industri dan pertanian dan bahkan sudah beroperasi sejak bulan lalu. Saat pelonggaran diberlakukan pekan ini, sejumlah toko tertentu mulai diizinkan dibuka dan sekitar sepertiga kantor mulai beroperasi. Suasana jalan mulai dipenuhi kendaraan mobil dan sepeda motor.

Warga India menerapkan physical distancing. (AFP/Sanjay Kanojia). 

Polisi mengatur pembeli minuman keras

Sejak pelonggaran lockdown mulai Senin (4/5), toko-toko minuman keras diserbu pembeli. Antrean pembeli yang ingin mendapat minuman keras pun memanjang sejak pagi hari. Namun kendati ada pelonggaran lockdown, aparat kepolisian India tetap meminta warga untuk menerapkan social dan physical distancing.

"Kami telah menyendiri selama lebih dari sebulan," ujar Asit Banerjee, 55, kepada AFP ketika ia sedang mengantre untuk mendapat minuman keras di Kolkata. "Alkohol akan memberi kita energi saat penerapan social distancing selama pandemi," tambahnya.

Sementara itu, untuk menertiban warga yang mengantre untuk membeli minuman, polisi menggunakan tongkat "lathi". Lathi adalah  tongkat bambu yang sudah mengeras. Polisi di Delhi dan kota-kota lain kerap memukulkan lathi untuk mengatur warga yang membandel.

Dengan membludaknya antrean yang membeli minuman keras telah membuat situasi tak terkendali di Ghaziabad, Negara Bagian Uttar Pradesh. Untuk menghindari kericuhan, polisi setempat terpaksa menutup lebih cepat toko-toko yang menjual minuman keras.

"Salah satu toko telah dibuka di pagi hari tetapi bentrokan pecah ketika banyak orang berkumpul," kata seorang petugas polisi di Ghaziabad kepada AFP. (AFP/OL-09)

BERITA TERKAIT