05 May 2020, 10:36 WIB

​​​​​​​6 Sekolah di Jaktim Dipilih Jadi Tempat Isolasi Warga


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

WAKIL Wali Kota Jakarta Timur Uus Kuswanto menuturkan, ada enam sekolah yang ditunjuk menjadi tempat isolasi sementara warga yang terindikasi Covid-19.

Enam sekolah tersebut ialah SMKN 24 Bambu Apus, Cipayung, SMAN Unggulan MH Thamrin Cipayung, dan SMK Negeri 66 Cipayung. Adapula SD Negeri 01 Cipinang Besar Utara, SD Negeri 02 Cipinang Besar Utara, dan SD Negeri 03 Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur.

"Sementara sekolah di Jakarta Tumur itu yang dipakai untuk isolasi," jelas Uus kepada Media Indonesia, Jakarta, Selasa (5/5).

Uus juga mengatakan, saat ini warga sudah yang menempati salah satu ruangan di sekolah tersebut. Ia tidak merinci berapa jumlah warga yang sudah mengisolasi diri ditempat belajar mengajar itu.

"Sudah (ada), sebagian sudah di tempatkan pelbet atau tempat tidur. Sementara baru 300 tempat tidur tentara itu," kata Uus.

Dalam penunjukan enam sekolah yang dipilih untuk dijadikan tempat isolasi sementara, Uus menyebut tidak ada penolakan yang berarti dari warga.

"Alhamdulillah sekolah yang disebutkan di atas dapat diterima (warga). Kebetulan para pengurus RT/RW dan camatnya juga bisa menerima," jelas Uus.

Baca juga: Warga Tolak Jenazah Kerabat Diurus dengan Protap Penyakit Menular

Kemarin (4/5), empat sekolah di SDN 01, 02, 03, 04 Jakarta Cipinang Besar Utara juga menjadi tempat untuk melaksanakan tes cepat atau rapid test warga setempat.

Menurut Uus, test tersebut dilakukan bagi warga yang pernah berinteraksi dengan warga yang dinyatakan positif Covid-19. "Dari 200 warga yang ada, 189 mengikuti rapid test. Warga yang ikut diambil dari 14 RW, diambil perwakilan di Kelurahan Cipinang Besar Utara," pungkas Uus.

Apabila hasil test ada yang dinyatakan positif Covid-19, warga akan diisolasi di ruang yang telah disediakan di lantai III keempat sekolah sesuai dengan tempat tes cepat.

Enam sekolah di Jaktim itu termasuk 136 sekolah yang direkomendasikan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk menjadi lokasi isolasi warga yang terindikasi covid-19 serta menjadi fasilitas bagi tenaga medis yang merawat pasien covid-19.

Usulan ini dituangkan dalam surat kepada Sekretaris Daerah DKI Jakarta bernomor 4434/-1772.1 tertanggal 20 April 2020 yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana. (A-2)

BERITA TERKAIT