05 May 2020, 10:35 WIB

Didi Kempot Dimakamkan di Sidowayah Ngawi


Widjajadi | Hiburan

DUNIA  tarik suara tanah air berduka. Dionisius Prasetyo, penyanyi campursari yang kondang dengan nama panggung Didi Kempot,53 meninggal dunia pada Selasa (5/5) di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo. Quirinto Endhi, teman dekat almarhum mendapatkan kabar meninggalnya Lord Didi dari kerabat dekat almahum.

"Masuk RS Kasih Ibu tadi pagi dengan keluhan sesak nafas," ujar menantu Jujuk Srimulat itu kepada Media Indonesia, Selasa (5/5).

Humas RS Kasih Ibu, David mengatakan penyanyi campursari itu meninggal pada pukul 07.45 WIB.

"Almarhum Didi Kempot dinyatakan meninggal Selasa (5/5) pukul 07.45.Saat ini jenasah masih di rumah sakit," kata David.

Kabar meninggalnya penyanyi berjuluk Godfather of Brokenheart sangat menyentak banyak kalangan dan para penggemarnya. Salah satunya KH Abdul Karim atau Gus Karim, pengasuh Pesantren Al Quraniy Azzayadiy yang sangat dekat dengan almarhum Didi Kempot.

"Saya kaget diberi kabar Mas Didi Kempot seda. Dunia panggung hiburan jelas sangat kehilangan. Beliau belakangan ini sangat tekun belajar agama, dan yang belum kesampean adalah keinginan almarhum duet dengan Habib Syech dan juga umroh bersama saya," tegas ulama Solo yang sempat duet menyanyi dengan almarhum pada acara Doa dan Haul untuk mendiang ayahndanya, Hadiwiranto di Sondakan,Solo pada Oktober tahun lalu itu. 

Terkait keinginan Didi Kempot berduet dengan ulama besar Solo Habib Syech itu, sempat diutarakan almarhum kepada Gus Karim awal Ramadan. 

"Ya awal Ramadan, almarhum menyatakan ingin duet dengan Habib Syech, dan meminta saya untuk menyampaikan," tegas pimpinan pesantren yang dekat dengan Presiden Jokowi.

Menurut rencana jenazah adik kandung mendiang pelawak Mamik 'Podang' Prakosa akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Sidowayah, Kedunggalar,Ngawi,Jawa Timur pada hari ini juga.

"Tadi info keluarga mengatakan, dari rumah sakit, jenazah langsung dibawa ke Desa Sidowayah untuk dimakamkan ke pemakaman keluarga di sana," imbuh Rinto.

Almarhum Didi Kempot sebagai maestro campursari dan penulis lagu yang populer, memulai karirnya sebagai musisi jalanan di Kota Solo selama dua tahun sejak 1984, hingga kemudian punya tekad  mengadu nasib ke Jakarta pada 1987 dan berlanjut hingga 1989.

Pemilik nama asli Dionisius Prasetyo atau Didi Prasetyo itu lebih senang dipanggil dengan nama  Didi Kempot. Embel embel Kempot adalah singkata dari Kelompok Pengamen Trotoar, grup musik asal  Solo yang kemudian melambungkan namanya saat berkarir di Jakarta.

Media Indonesia mencatat, hampir sebagian besar lagu yang ditulisnya bertemakan patah hati dan kehilangan. 

"Saya sengaja memilih tema tersebut karena rata-rata orang pernah mengalaminya dan ingin dekat dengan masyarakat," ungkap Didi kepada Media Indonesia belum lama ini.

baca juga: Didi Kempot, Menyanyi dari Trotoar Solo Hingga Istana Presiden

Pangeran Ambyar, demikian salah satu julukan penyanyi tenar campuri ini, dalam menukis lagu sering menggunakan nama-nama tempat, sebagai judul atau lirik lagunya.

Hampir setahun terakhir ini Didi Kempot yang lahir 31 Desember 1966 ini banyak diminati oleh kalangan muda dari berbagai daerah yang menyebut diri sebagai Sobat Ambyar. Bahkan kemudian mendaulat dirinya sebagai "Godfather of Broken Heart" dengan panggilan Lord Didi. (OL-3)

BERITA TERKAIT