05 May 2020, 10:00 WIB

Didi Kempot, Menyanyi dari Trotoar Solo Hingga Istana Presiden


Henri Siagian | Hiburan

THE Godfather of Broken Heart, Didi Kempot, telah berpulang pada Selasa (5/5).

Penyanyi yang bernama asli Dionisius Prasetyo itu meninggal dunia pada 5 Mei 2020 dalam usia 53 tahun di di RS Kasih Ibu Solo, Jawa Tengah.

Dalam akun Twitter @didikempotid, pria kelahiran 31 Desember 1966 itu cukup aktif dalam menyemangati publik di masa pandemi virus korona.

Baca juga: Pesan Akhir Godfather of Broken Heart: Tebarkan Energi Positif

Seperti, pada 20 April, Didi Kempot mengajak masyarakat untuk tetap menularkan energi positif di saat pandemi korona.

Baca juga: Shopee Gandeng Didi Kempot sebagai Brand Ambyarsador

Dia memulai karier sebagai musisi jalanan di Kota Surakarta. Hingga pada 1987 mulai mengadu nasib ke Jakarta. Kempot adalah akronim dari Kelompok Pengamen Trotoar.

Baca juga: Didi Kempot Meninggal Dunia

Maestro campursari ini lahir dari keluarga seniman. Ayahnya, Ranto Edi Gudel, adalah pemain ketoprak di Jawa Tengah. Ibunya, Umiyati Siti Nurjanah, penyanyi tradisional di Ngawi. Sedangkan kakaknya adalah seorang pelawak Srimulat, mendiang Mamiek Prakoso.

Baca juga: Didi Kempot Tahan Rindu agar tidak Ambyar

Didi Kempot tenar di negara Suriname dan Belanda. Bahkan, dia beberapa kali memenangi anugerah musik di Suriname. Lagu berbahasa Jawa, Cidro, menjadi awal kepopulerannya di negara Amerika Selatan itu. Komunitas Jawa di Suriname mencapai 15% dari total populasi.

Baca juga: Didi Kempot Bocorkan Makna Lagu Stasiun Balapan

Julukan The Godfather of Broken Heart atau Bapak Loro Ati Nasional (Bapak Patah Hati Nasional) didaulat kepada Didi Kempot karena banyak karya lagunya bertemakan patah hati.

Adapun penggemar Didi Kempot dikenal sebagai Sobat Ambyar, mengacu salah satu lagu karya Didi Kempot. Komunitas ini terbentuk melalui sebuah acara Musyawarah Nasional (Munas) yang diselenggarakan oleh Solo Sad Bois Club pada Juni 2019.

Pada 2 Agustus, Didi Kempot sempat tampil di Istana Kepresidenan saat pergelaran wayang kulit. Dalam acara itu, Didi antara lain melantunkan salah satu lagu andalannya, Sewu Kutho.

Pada Januari 2020, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjuk Didi Kempot sebagai Duta Seni dalam program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Ibu Kota.

Pada Februari 2020, Badan Narkotika Nasional (BNN) juga mengukuhkan penyanyi Didi Kempot sebagai relawan antinarkoba. Sebab, Didi dinilai memiliki kreativitas yang tinggi dalam berkesenian tanpa menggunakan narkoba.

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT