05 May 2020, 09:25 WIB

Pembangunan Bandara Ngloram Tetap Berlanjut


Akhmad Safuan | Nusantara

PEMBANGUNAN Bandara Ngloram di Kabupaten Blora, Jawa Tengah tetap dilaksanakan. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Dewandaru Jepara, Ariadi Widiawan yang ditugasi mengawal pembangunan Bandara Ngloram Blora saat bertemu dengan Bupati Blora, Djoko Nugroho dan Wakil Bupati Blora, Arief Rohman di Jakarta beberapa bulan lalu. Dan kali ini Ariadi menegaskan lagi bahwa pembangunan Bandara Ngloram dilanjutkan. 

"Sebanyak 19 paket pekerjaan mulai ditenderkan. Dimungkinkan akan dilaksanakan mulai Jui atau Juli mendatang," ujar Ariadi didampingi Ketua Satuan Kerja Pelaksana Pembangunan Bandara Ngloram, Abdul Rozzaq saat bertemu Bupati Blora, Djoko Nugroho, Selasa (5/5).

Sebanyak 19 paket pekerjaan yang memasuki tahap lelang yakni pembangunan gedung terminal tahap pertama, pembangunan gedung operasional tipe 36 sebanyak 4 unit, pembangunan tempat ibadah, pembangunan gedung kantor, tempat parkir kendaraan, darinase sisi utara, pagar bandara dan gedung PKP-PK. Selain itu pembangunan jalan masuk bandara, jalan akses dan pelataran parkir PKP-PK, perpanjangan runway menjadi 1.600 meter termasuk turning dan marking, rekonstruksi apron, pengadaan serta pemasangan AFL dan lainnya.

"Kami juga masih ada kendala seperti pembebasan akses jalan ke bandara dan perpanjangan landasan dari 1.500 meter ke 1.600 meter," imbuhnya.

Dengan adannya landasan 1.600 meter ini, Bandara Ngloram mampu didarati pesawat ATR 72-600 berkapasitas 62 penumpang, bahkan sudah ada maskapai yang bermibat membuka penerbangan dari Bandara Ngloramdengan rute Blora-Semarang yakni Trans Nusa dan Wings Air (Lion Grup). Juga dijajaki rute Blora-Jakarta (Halim Perdana Kusuma) dan Blora-Balikpapan.

"Kami bersyukur pembangunan Bandara Ngloram di Kabupaten Blora tahun 2020 ini bakal dilanjutkan,"kata Bupati Blora Djoko Nugroho.

Djoko mengatakan dengan tetap berlanjutnya pembangunan itu, ia meminta OPD teknis terkait untuk segera menindaklanjuti kendala yang disampaikan. Yakni mengawal proses pembebasan lahan yang menjadi kewenangan Pemkab dan Pemprov Jawa Tengah, dengan mengedepankan sosialisasi kepada masyarakat, pihak desa dan kecamatan.

baca juga: Tanam Serentak Tangkal Krisis Pangan

"Dalam pelaksana pekerjaan non skill bisa melibatkan tenaga kerja lokal dari Blora. Hal ini agar masyarakat sekitar juga bisa ikut menikmati rejeki dari proyek nasional ini. 

"Apalagi saat ini kondisinya sedang sulit akibat wabah covid-19, banyak yang butuh pekerjaan," imbuhnya. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT