05 May 2020, 09:06 WIB

Temuan: Kasus Covid-19 Prancis Pertama Diketahui Terjadi Desember


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

SEBUAH rumah sakit Prancis yang telah melakukan tes ulang sampel lama dari pasien pneumonia menemukan mereka telah merawat seorang pria yang terjangkit covid-19 pada 27 Desember. Hampir sebulan sebelum pemerintah Prancis mengkonfirmasi kasus pertama negara itu.

Yves Cohen, kepala resusitasi di rumah sakit Avicenne dan Jean Verdier di pinggiran utara Paris, mengatakan kepada media para ilmuwan telah menguji ulang sampel dari 24 pasien yang dirawat pada Desember dan Januari yang dites negatif terkena flu.

"Dari 24, kami memiliki satu yang positif covid-19 pada 27 Desember," ujarnya kepada saluran berita, Minggu (3/5).

Sampel pada awalnya dikumpulkan untuk mendeteksi flu menggunakan tes PCR, proses penyaringan genetik yang sama yang juga dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan virus korona baru pada pasien yang terinfeksi pada saat sampel dikumpulkan.

Setiap sampel diuji ulang beberapa kali untuk memastikan tidak ada kesalahan, tambahnya. Baik Cohen maupun timnya tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar pada Senin.

Prancis, yang telah menyaksikan hampir 25.000 orang meninggal akibat virus itu sejak 1 Maret, mengonfirmasi tiga kasus covid-19 pertamanya pada 24 Januari, termasuk dua pasien di Paris dan satu lagi di Kota Bordeaux, Prancis barat daya.

Baca juga: Kematian Akibat Covid-19 di AS akan Tembus 100 Ribu pada Juni

Cohen mengatakan masih terlalu dini untuk mengetahui apakah pasien yang tes positif covid-19 pada 27 Desember ‘pasien nol’ Prancis. Mengetahui siapa yang pertama sangat penting untuk memahami bagaimana virus menyebar.

Cohen mengatakan si pasien selamat dan penyelidikan untuk melacak penularan pertama telah dilakukan.

 "Dia sakit selama 15 hari dan menginfeksi kedua anaknya, tetapi bukan istrinya, yang bekerja di supermarket.”

"Dia heran, dia tidak mengerti bagaimana dia telah terinfeksi. Kami mencoba menyusun teka-teki dan dia tidak melakukan perjalanan. Satu-satunya kontak yang dia lakukan adalah dengan istrinya."

Istri pria itu bekerja di samping kedai Sushi, dekat dengan para kolega asli Tiongkok, kata Cohen. Tidak jelas apakah rekan-rekan mereka telah melakukan perjalanan ke Tiongkok, dan otoritas kesehatan setempat harus menyelidiki, katanya.

"Kami bertanya-bertanya apakah mungkin dia tanpa gejala," kata Cohen.

"Dia mungkin 'pasien nol', tetapi boleh jadi ada orang lain di daerah yang lain. Semua uji PCR yang hasilnya negatif pneumonia harus dites lagi. Virus itu mungkin telah bersirkulasi (saat itu)," tandasnya. (France24/A-2)

BERITA TERKAIT